Tak Selesaikan Praktek Calo, Jonan Ancam Ganti Bos AP
Senin, 09 Februari 2015 - 11:15 WIB
Tak Selesaikan Praktek Calo, Jonan Ancam Ganti Bos AP
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengaku kesal dengan praktek pencaloan yang masih marak terjadi di bandara di Indonesia.
Bahkan pria asal Surabaya ini tak akan segan untuk memberhetikan bos Angkasa Pura I dan II jika mereka tidak bisa sigap menyelesaikan masalah ini.
Ini diungkapkan Jonan ketika membuka acara peresmian Flight Approval Online di Kementerian Perhubungan.
"Kalau sekarang, yang suka dikeluhkan masyarakat itu calo yang menjamur. Nah praktek percaloan ini ternyata sudah terlalu bising. Kalau stasiun kereta bisa bebas calo, kenapa bandara tidak bisa?" kata Jonan di Jakarta, Senin (9/2/2015).
Dia menuturkan, proses izin operasi bandara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II saat ini sudah menggunakan tanda tangannya dan bukan menteri sebelumnya. Dengan demikan Jonan punya hak penuh untuk memberhentikan bos Angkasa Pura jika praktek pencaloan di bandara masih terjadi.
"Saya sudah bilang semua AP I dan AP II kalau tidak bisa beresin, bukan perusahaannya yang di freeze, tapi orangnya diganti. Kalau Saya begitu orangnya," tegasnya.
Setelah mengungkapkan hal itu, Jonan sempat mencari perwakilan Angkasa Pura dalam acara tersebut, namun ternyata tidak satupun yang hadir.
"Saya menterinya, saya yang tanda tangan surat izin mereka. Kalau izin bandara dicabut itu tidak mungkin, tapi kalau orangnya diganti mungkin. Semua pelayanan makin lama harus makin baik," tutupnya.
Bahkan pria asal Surabaya ini tak akan segan untuk memberhetikan bos Angkasa Pura I dan II jika mereka tidak bisa sigap menyelesaikan masalah ini.
Ini diungkapkan Jonan ketika membuka acara peresmian Flight Approval Online di Kementerian Perhubungan.
"Kalau sekarang, yang suka dikeluhkan masyarakat itu calo yang menjamur. Nah praktek percaloan ini ternyata sudah terlalu bising. Kalau stasiun kereta bisa bebas calo, kenapa bandara tidak bisa?" kata Jonan di Jakarta, Senin (9/2/2015).
Dia menuturkan, proses izin operasi bandara Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II saat ini sudah menggunakan tanda tangannya dan bukan menteri sebelumnya. Dengan demikan Jonan punya hak penuh untuk memberhentikan bos Angkasa Pura jika praktek pencaloan di bandara masih terjadi.
"Saya sudah bilang semua AP I dan AP II kalau tidak bisa beresin, bukan perusahaannya yang di freeze, tapi orangnya diganti. Kalau Saya begitu orangnya," tegasnya.
Setelah mengungkapkan hal itu, Jonan sempat mencari perwakilan Angkasa Pura dalam acara tersebut, namun ternyata tidak satupun yang hadir.
"Saya menterinya, saya yang tanda tangan surat izin mereka. Kalau izin bandara dicabut itu tidak mungkin, tapi kalau orangnya diganti mungkin. Semua pelayanan makin lama harus makin baik," tutupnya.
(rna)
Lihat Juga :