Harapan Perajin Anyaman Bambu terhadap Pemerintah

Selasa, 10 Februari 2015 - 06:01 WIB
Harapan Perajin Anyaman...
Harapan Perajin Anyaman Bambu terhadap Pemerintah
A A A
SERANG - Bermodalkan bambu dan rotan, Sara, warga Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Banten, merajut produk anyaman. Namun, perkembangan usahanya terhambat akses modal dan pengetahuan. Sebab itu, dia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan.

Sara berjualan anyaman bambu dari rumah ke rumah. Bermodal Rp100-150ribu, dia hanya dapat menjual tiga buah bakul per hari dari proses menganyam.

"Kegiatan anyaman saya geluti sudah 15 tahun. Bahannya dari satu batang bambu besar biasa jadi sepuluh buah bakul," ujarnya kepada Sindonews, Banten Senin (9/2/2015).

Harga bakul yang dijualnya hanya Rp15-20ribu per buah. Tiga bulan sekali, barang produksinya dikirim ke luar desa. Cara ini membuat omzet penjualan meningkat.

"Seminggu omzet Rp 300ribu, kalau dihitung harian ya Rp50ribu. Kalau untuk jual lagi ke luar desa, harga satu bakulnya bisa menjadi Rp70 ribu per buah. Pemasaran dengan truk ke Lampung, Bekasi, Tangerang," terangnya.

Dia menuturkan kesulitan dalam produksi adalah pembuatan masih dengan cara manual, alias tanpa mesin. Sehingga pembuatan memakan cukup lama.

"Ingin bisa punya mesin modern, sekarang masih manual. Harganya mahal, Rp15juta, bisa belah bambu dengan cepet, bisa tingkatkan produksi," jelas Sara.

Dia mengharapkan kepada pemerintah untuk memberikan bantuan dana. Apabila sudah memiliki mesin, produksi diklaim dapat mencapai 50 bakul per hari.

Selain itu, pendampingan juga dibutuhkan untuk meningkatkan pemasaran. Cakupan wilayah yang lebih luas akan meningkatkan omzet jualannya.

"Kehidupan pokok masyarakat dari sini. Sebulan rata-rata pendapatan saya paling hanya Rp900ribu. Laba bersih hanya Rp150-200 ribu per minggu. Cukup tidak cukup, ya dicukupi," tandas Sara.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPD IMM Jakarta Siap...
DPD IMM Jakarta Siap Berkolaborasi Bangun Desa dan Daerah Tertinggal
Gelar Pra-Rakor, Kemendes...
Gelar Pra-Rakor, Kemendes PDTT Siap Tuntaskan Target RPJMN 2O2O-2O24
Mendes Beberkan Kenaikan...
Mendes Beberkan Kenaikan Status Desa-desa di Tanah Air
Rakor Transmigrasi 2024...
Rakor Transmigrasi 2024 Tuntas, Wamendes PDTT Berikan Apresiasi
Dorong Pertumbuhan Ekonomi...
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa, PT Djarum Gencar Tingkatkan Kapasitas BUMDes
Pemkab Bogor Berhasil...
Pemkab Bogor Berhasil Hapus Desa Tertinggal melalui Program Pancakarsa
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
22 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved