BI Catat Penjualan Eceran Melambat pada Desember

Selasa, 10 Februari 2015 - 12:34 WIB
BI Catat Penjualan Eceran...
BI Catat Penjualan Eceran Melambat pada Desember
A A A
JAKARTA - Survei Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pertumbuhan penjualan eceran pada Desember secara tahunan melambat, namun secara bulanan meningkat.

Indikasi tersebut, terlihat dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2014 sebesar 178 atau tumbuh 4,3% (yoy), lebih rendah dari ‎11,4% (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Sementara secara bulanan, penjualan eceran tumbuh sebesar 6,4%, lebih tinggi dari -0,7% pada November 2014," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara, Selasa (10/2/2015).

Secara tahunan, pertumbuhan penjualan riil pada Desember 2014 melambat pada mayoritas kelompok barang, terbesar pada kelompok suku cadang dan aksesori yang mengalami kontraksi sebesar -2,7% (yoy), lebih rendah dari 15,3% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Sementara pertumbuhan tahunan terendah tercatat pada kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya yang mengalami kontraksi sebesar -22,6% (yoy).

Menurutnya, kontraksi pada kelompok tersebut‎ terutama didorong oleh menurunnya penjualan produk perabot rumah tangga dan alat musik.

Secara bulanan, peningkatan pertumbuhan penjualan eceran terjadi pada seluruh kelompok barang. Kondisi tersebut, menurutnya, didorong oleh maraknya program diskon akhir tahun dan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Peningkatan pertumbuhan bulanan terutama didorong oleh pen‎jualan kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 12,4% (mtm), kelompok barang lainnya sebesar 7% (mtm), dan kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 6,4% (mtm)," terang dia.

Pada kelompok barang lainnya, penjualan produk pakaian jadi, alas kaki dan perlengkapannya, serta produk tas dan dompet memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan penjualan kelompok barang tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved