Investasi dengan Fasilitas Liburan

Rabu, 11 Februari 2015 - 13:42 WIB
Investasi dengan Fasilitas...
Investasi dengan Fasilitas Liburan
A A A
Beberapa tahun belakangan ini, tren sejumlah pengembang properti di Indonesia sedang mengarah ke kondominium hotel. Jenis apartemen yang sering disebut kondotel ini tentu berbeda dengan apartemen pribadi. Apa saja kelebihannya?

Pada dasarnya, investor yang membeli kondotel sama seperti membeli sebuah kamar hotel. Setelah dibeli dan diberikan sertifikat hak milik, investor akan menyerahkan kembali kamar tersebut kepada pihak pengelola guna dioperasikan sebagai apartemen sewaan atau kamar hotel.

Dengan demikian, kondotel tidak digunakan sebagai tempat tinggal pemiliknya. Kondotel yang memang murni ditujukan sebagai alat investasi bakal memberikan profit dengan sistem tahunan. Pendapatan tersebut akan dibagi dua, kepada pengelola manajemen sebagai penyedia fasilitas dan kepada investor sebagai pemilik.

Sebagai tambahan keuntungan, pemilik mendapatkan kesempatan berlibur beberapa malam untuk menikmati kondotel, lengkap dengan fasilitas seperti hotel bintang lima. Rentang waktu menginap bervariasi sesuai ketentuan dari pengelola. Biasanya sekitar 12 sampai 30 hari dalam setahun. Kehadiran kondotel yang sudah ada sejak 1996 memerlukan pemilihan yang tepat untuk wilayah pembangunannya.

“Potensi baiknya di kota besar dengan aktivitas perdagangan tinggi atau kota wisata,” ucap Ali Tranghanda, pengamat dari Indonesia Property Watch. Namun, lokasi tersebut tetap perlu memperhitungkan persaingan hotel yang saat ini sedang terjadi. “Sebenarnya setiap wilayah pasti memiliki karakter masingmasing untuk menjadi modal pemasaran,” jelas Artadinata Djangkar, Direktur Ciputra Group.

Tak hanya soal lokasi, pemeliharaan kondotel juga memiliki kesulitan. Khususnya bagi para pengembang properti yang perlu melakukan renovasi. “Akibat dari beragamnya pemilik kondotel, maka akan semakin banyak pula permintaan yang sulit dicapai kesepakatannya,” papar Arta. Mau tidak mau, setiap pengembang kondotel perlu menyiapkan dana besar.

Untuk menghindari segala bentuk kesulitan yang ada di sektor bisnis ini, tiap investor dan pengelola perlu kooperatif dalam menjalankannya. “Sebab, kerugian dan keuntungan pemilik sangat tergantung dari bagaimana manajemen operator hotel bekerja, supaya return yang bagus akan mudah didapat,” tutup Ali.

Rabia edra
(bbg)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
27 menit yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
1 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
4 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
4 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
4 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved