BMRI Raih Laba Bersih Rp19,9 T Sepanjang 2014
Rabu, 11 Februari 2015 - 18:57 WIB
BMRI Raih Laba Bersih Rp19,9 T Sepanjang 2014
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp19,9 triliun pada tahun lalu. Raihan ini naik 9,2% dari 2013 sebesar Rp18,2 triliun.
Direktur Utama BMRI Budi Gunadi Sadikin pada paparan publik keuangan triwulan IV/2014 mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong dari pertumbuhan operating income yang mencapai 11,7%.
"Menjadi Rp56,9 triliun. Disumbang juga dari pendapatan bunga bersih dan premi bersih yang naik 14,8% menjadi Rp41,8 triliun dan fee based income mencapai Rp15,1 triliun," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Pertumbuhan hanya dari Bank Mandiri sendiri sebesar Rp19,4 triliun. Tumbuh 12,9%, lebih tinggi dari keseluruhan yang sebesar 9,2% beserta anak usahanya yang hanya menyumbang perseroan Rp500 miliar.
"Buat teman-teman untuk lihat profit bank banyak faktornya yang mencerminkan bank bagus atau tidak," jelas dia.
Selanjutnya, Budi menerangkan perolehan laba bersih keseluruhan memang diperlambat untuk menambah cadangan di anak usaha. "Ada bank yang prinsipnya konservatif untung banyak. Ada sebagian ditabung, ada yang dipakai jalan-jalan ke Bali, itu macam-macam," pungkas dia.
Direktur Utama BMRI Budi Gunadi Sadikin pada paparan publik keuangan triwulan IV/2014 mengatakan, kenaikan laba bersih ini didorong dari pertumbuhan operating income yang mencapai 11,7%.
"Menjadi Rp56,9 triliun. Disumbang juga dari pendapatan bunga bersih dan premi bersih yang naik 14,8% menjadi Rp41,8 triliun dan fee based income mencapai Rp15,1 triliun," ujarnya di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
Pertumbuhan hanya dari Bank Mandiri sendiri sebesar Rp19,4 triliun. Tumbuh 12,9%, lebih tinggi dari keseluruhan yang sebesar 9,2% beserta anak usahanya yang hanya menyumbang perseroan Rp500 miliar.
"Buat teman-teman untuk lihat profit bank banyak faktornya yang mencerminkan bank bagus atau tidak," jelas dia.
Selanjutnya, Budi menerangkan perolehan laba bersih keseluruhan memang diperlambat untuk menambah cadangan di anak usaha. "Ada bank yang prinsipnya konservatif untung banyak. Ada sebagian ditabung, ada yang dipakai jalan-jalan ke Bali, itu macam-macam," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :