Anggota DPR Temukan Raskin Berkutu di Cirebon
Jum'at, 13 Februari 2015 - 14:10 WIB
Anggota DPR Temukan Raskin Berkutu di Cirebon
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, HE Herman Khaeron menemukan beras raskin berkutu dalam sidak di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Meski terdapat kutu, namun masih bisa diterima. Menurutnya, keberadaan kutu justru menunjukkan beras tersebut sehat dan bebas pestisida.
“Beliau berpesan agar Bulog meningkatkan pengawasan terhadap kualitas raskin, termasuk meningkatkan standar kualitas untuk masyarakat,” ujar Kasubdivre Bulog Cirebon, Miftahul Ulum melaporkan hasil kunjungan DPR, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2015)
Dia menyikapi positif masukan dari wakil rakyat tersebut. Bulog akan menjaga dan meningkatkan kualitas. Di mana pada saat melakukan pembelian dari petani kandungan pestisida harus rendah.
"Sedangkan penyimpanan di gudang, Bulog selalu berupaya menjaga kebersihan dan kekeringan gudang. Jangan sampai ada atap yang bocor. Karena bisa berpengaruh terhadap kualitas beras," ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ulum, ketika hendak melakukan distribusi, Bulog juga melakukan cek and ricek sebelum beras keluar dari gudang. Pengecekan yang dilakukan bersama tim Pemda, tidak hanya terkait kuantitas, namun juga kualitas raskin.
“Makanya saya sangat yakin akan kualitas beras raskin. Jika ada yang mengatakan kurang bagus, saya akan melakukan pengecekan secara langsung,” tandasnya
Meski terdapat kutu, namun masih bisa diterima. Menurutnya, keberadaan kutu justru menunjukkan beras tersebut sehat dan bebas pestisida.
“Beliau berpesan agar Bulog meningkatkan pengawasan terhadap kualitas raskin, termasuk meningkatkan standar kualitas untuk masyarakat,” ujar Kasubdivre Bulog Cirebon, Miftahul Ulum melaporkan hasil kunjungan DPR, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2015)
Dia menyikapi positif masukan dari wakil rakyat tersebut. Bulog akan menjaga dan meningkatkan kualitas. Di mana pada saat melakukan pembelian dari petani kandungan pestisida harus rendah.
"Sedangkan penyimpanan di gudang, Bulog selalu berupaya menjaga kebersihan dan kekeringan gudang. Jangan sampai ada atap yang bocor. Karena bisa berpengaruh terhadap kualitas beras," ungkapnya.
Tidak hanya itu, lanjut Ulum, ketika hendak melakukan distribusi, Bulog juga melakukan cek and ricek sebelum beras keluar dari gudang. Pengecekan yang dilakukan bersama tim Pemda, tidak hanya terkait kuantitas, namun juga kualitas raskin.
“Makanya saya sangat yakin akan kualitas beras raskin. Jika ada yang mengatakan kurang bagus, saya akan melakukan pengecekan secara langsung,” tandasnya
(dmd)
Lihat Juga :