BI Tingkatkan Transaksi Non Tunai Bagi TKI

Senin, 16 Februari 2015 - 11:10 WIB
BI Tingkatkan Transaksi...
BI Tingkatkan Transaksi Non Tunai Bagi TKI
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan penandatanganan nota kesepahaman peningkatan transaksi non-tunai dan akses keuangan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Gubernur BI Agus Marwardojo menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, transaksi non-tunai TKI sejalan dengan program BI untuk menciptakan cash less society.

"Kami melihat kegiatan ini selaras dengan kegiatan nasional non-tunai yang dicanangkan sejak 14 Agustus 2014. Kegiatan ini disambut baik seluruh mitra kerja," kata Agus dalam penandatanganan Nota Kesepahaman terkait Peningkatan Transaksi Non-Tunai dan Perluasan Akses Keuangan bagi TKI di Gedung BI, Jakarta, Senin (16/2/2015).

Dalam kesepakatan antara BI, Kementerian Ketenagakerjaan, OJK, dan BNP2TKI tersebut, Agus menegaskan, layanan keuangan ‎non-tunai ini semestinya bisa memperkaya akses keuangan TKI melalui sistem inklusi keuangan, selain meningkatkan kesejahteraan TKI ketika kembali ke Indonesia.

"Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengubah pola pikir dan budaya dalam melakukan transaksi keuangan non-tunai," ujarnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, transaksi keuangan non-tunai memiliki beberapa keunggulan, selain kenyamanan, kemudahan, dan kecepatan, juga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas karena semua transaksi akan tercatat.

Untuk meningkatkan akuntabilitas dan tranparansi ini, dia mendorong agar semua transaksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp2000 triliun juga bisa menggunakan transaksi‎ non-tunai sejalan dengan program presiden pada masa awal pemerintahan.

‎Dia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo mendorong APBN akan dilakukan secara non-tunai dan sudah diwujudkan pada Oktober 2014 melalui pemberian bantuan sosial keluarga harapan melalui transaksi non-tunai.

"Kami ingin menggarisbawahi bahwa kita menginginkan kebijakan ini selama bertahun-tahun. Bahkan pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan transaksi non-tunai," terang Agus.

Jika anggatan APBN Rp2000 triliun dilakukan dengan non-tunai, maka akuntabilitas dan transparansi akan lebih tinggi. Gerakan ini akan meningkatkan efisiensi prekonomian sebab biaya mencetak uang sebesar Rp3 triliun bisa diminimalisir.

Selanjutnya, untuk mendukung realisasi program ini, maka perbankan nasional BNI, BRI, dan Bank Mandiri bisa membuka kantor di luar negeri.

"Jadi jangan berpikir kalau buka kantor luar negeri tidak untung saj, saya apresiasi perbankan yang mau buka di luar negeri," tukas Agus.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
52 menit yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
2 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
2 jam yang lalu
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
2 jam yang lalu
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
3 jam yang lalu
AS Kembali Picu Perang...
AS Kembali Picu Perang Dagang, Kali Ini Kanada Bakal Dihantam Tarif 50%
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved