Penyerapan Gas untuk Domestik Belum Optimal

Selasa, 17 Februari 2015 - 13:27 WIB
Penyerapan Gas untuk...
Penyerapan Gas untuk Domestik Belum Optimal
A A A
JAKARTA - Penyerapan gas dalam bentuk LNG untuk domestik masih belum optimal karena terhambat ketersediaan infrastruktur dan belum maksimalnya penyerapan fasilitas yang sudah dibangun. Domestik seharusnya dapat mengoptimalkan penyerapan kelebihan kargo LNG.

Kabag Humas SKK Migas Rudianto Rimbono mengatakan, dari alokasi LNG sebanyak 38 kargo tahun lalu hanya terserap sekitar 94,74%. Dia mengakui ada beberapa hal yang menyebabkan alokasi tersebut tidak dapat diserap, seperti kurangnya infrastruktur dan tidak optimalnya penyerapan fasilitas penerima LNG di dalam negeri.

"Target penyerapan LNG oleh pasar domestik tahun lalu masih belum terpenuhi. Kalau melihat komitmen awal pembelian, FSRU Lampung yang seharusnya dapat menyerap lima kargo, masih belum optimal karena baru terealisasi tiga kargo. Untuk fasilitas lain, seperti Arun masih dalam proses persiapan, sedangkan Nusantara Regas sudah sesuai komitmen 100%," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Untuk tahun ini, pemerintah dan SKK Migas mematok kenaikan jumlah kargo LNG yang dapat disalurkan ke domestik. Peningkatan tersebut setelah melihat adanya potensi peningkatan permintaan setelah Regasifikasi Arun selesai dan beroperasi dan potensi pengalihan pasokan untuk PGN yang tahun lalu belum terserap ditambahkan pada tahun ini.

"Sehingga kami berharap infrastruktur yang sudah beroperasi tahun ini dapat mengoptimalkan alokasi yang sudah kami siapkan. Hal ini penting karena tidak optimalnya penyerapan LNG oleh pasar domestik akan berdampak pada penerimaan Negara," terangnya.

Sementara, pengamat migas Marwan Batubara mengatakan, penyerapan gas domestik yang tidak sesuai dengan komitmen tentu menyebabkan selain kehilangan potensi penerimaan negara juga potensi ekonomi yang dapat diciptakan apabila LNG dapat diserap.

Dia juga menyayangkan FSRU Lampung mengalami kerusakan hingga dua kali sehingga mengganggu penyerapan LNG. "Ini menyebabkan negara rugi dua kali. Penerimaan tidak dapat, dan di sisi lain dampak positif multiplier effect dari pasokan LNG apabila terserap dengan baik pun tidak terjadi," katanya.

Marwan juga mengusulkan, agar pemerintah tetap memberikan prioritas kepada pasar domestik untuk LNG yang tidak terserap konsumen yang sudah terkontrak. "Kalau ternyata pasar domestik memang belum mampu menyerap, baru ekspor dapat dilakukan yang tentu saja dengan syarat-syarat yang ketat," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
Lifting Migas Kuartal...
Lifting Migas Kuartal I 2022 Masih di Bawah Target, Ini Kendalanya
Lifting Migas RI 2023...
Lifting Migas RI 2023 Belum Capai Target, SKK Migas Ungkap Biang Keroknya
Target Lifting Migas...
Target Lifting Migas 2024 Turun, SKK Migas Sebut Lebih Realistis
Potensi Migas di Jabanusa...
Potensi Migas di Jabanusa Masih Tinggi, Siap Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Hemat Devisa USD14 M...
Hemat Devisa USD14 M per Tahun, RI Uber Target Produksi Minyak 1 Juta BOPD
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved