Jokowi Bisa Ambil Alih Masalah Penerbangan

Sabtu, 21 Februari 2015 - 21:03 WIB
Jokowi Bisa Ambil Alih...
Jokowi Bisa Ambil Alih Masalah Penerbangan
A A A
JAKARTA - Pengamat penerbangan Chappy Hakim menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat melakukan kebijakan yang berupaya untuk menyelesaikan segala permasalahan di dunia penerbangan nasional saat ini.

Mencontoh dari Korea, yang pada saat 1980-an banyak permasalahan penerbangan seperti tingginya angka kecelakaan maskapai.

"Dulu Korea, Presidennya yang ambil alih. Dengan kebijakan bentuk task force. Kerja tiga tahun, lima tahun kemudian Korea Airlines bisa masuk top flight. Kita tidak bisa berdiri sendiri. Delay kemarin Lion Air dilihat orang seluruh dunia seperti di akuarium. Ini menyangkut harga diri bangsa," ujarnya di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/2/2015).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) era Megawati tersebut mengungkapkan, saat ini Indonesia menjadi salah satu negara pembeli pesawat airbus dan boeing terbesar. Kesenjangan antara jumlah dan kesiapan maskapai dinilai membuat dekat dengan kecelakaan.

"Kesenjangan ini result-nya (hasilnya) amburadul, dekat dengan kecelakaan. Potensi yang ada lebih dari delay sebenarnya. Mohon maaf dari hati, saya bilang hanya delay. Karena kalau terlangkahi, beyond (melewati) delay-nya banyak yang belum terjadi," jelas Chappy.

Ditempat yang sama, Staf Khusus Bidang Keterbukaan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid menjelaskan, pihaknya sudah melakukan manajemen reformasi terutama pada Angkasa Pura II.

"Kita lihat sekarang, bulan kemarin lakukan manajemen reformasi. Pergantian di Angkasa Pura II wajahnya sudah lebih oke. Karena yang ditekankan tiga. Harus aman, tertib, bersih mengelola penerbangan. Karena keberadaan loket undang calo makanya dilarang agar tertib," tuturnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kerja Sama Mendukung...
Kerja Sama Mendukung Pertumbuhan Industri Penerbangan Helikopter di Indonesia
Tekad Pelaku Industri...
Tekad Pelaku Industri Penerbangan Non-Airline Pasca Asian Sky Forum 2024
Software Autocad Hadirkan...
Software Autocad Hadirkan Teknologi Peta 3D untuk Penerbangan
Kapan Bisnis Penerbangan...
Kapan Bisnis Penerbangan Pulih? Ini Proyeksi Moody's
Industri Penerbangan...
Industri Penerbangan RI Diramal Masih Sempoyongan Tahun Ini
Ini Alasan Mengapa Jendela...
Ini Alasan Mengapa Jendela Pesawat Memiliki Bentuk Oval
Berita Terkini
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
2 jam yang lalu
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
2 jam yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
4 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
7 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
10 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
10 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved