Ini Penyebab Harga Beras Melonjak

Minggu, 22 Februari 2015 - 13:07 WIB
Ini Penyebab Harga Beras...
Ini Penyebab Harga Beras Melonjak
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel tak membantah adanya indikasi permainan dibalik melonjaknya harga beras. Pasalnya, Rahmat menilai stok di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) masih mencukupi, sehingga seharusnya harga beras tidak perlu melonjak.

Lantaran hal tersebut, keberadaan mafia beras juga disebabkan sistem yang ada tidak sesuai. "Itu sudah menjadi satu incaran kita, adanya mafia beras karena sistemnya yang enggak bagus. Makannya sistemnya harus dievaluasi," ujar Rahmat di Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (22/2/2015).

Tidak bisa dihindari, Mendag Rachmat merasa heran dengan tingginya harga yang mencuat di pasaran. "Nah logikanya gini, harga yang dikeluarkan pedagang harus sesuai dengan yang dikeluarkan pemerintah. Pertanyaannya kenapa barang itu lebih mahal dari yang dikeluarkan pemerintah," tanya Rahmat heran.

Dia kemudian menceritakan, dirinya pernah menemui salah satu gudang beras di daerah Cakung, Jakarta Timur yang kedapatan mengoplos beras Bulog dengan beras produksi lainnya.

"Ketika saya sidak, ada beras bulog yang dioplos dan dikasi merek dagang sendiri, terus dijual ke yang lain-lain, ada aja tuh yang begitu. Itu mafianya disana," tuturnya. Sayangnya, ketika itu Rahmat hanya memperingatkan kepada yang bersangkutan.

"Saya sudah memberikan sinyal, bahwa Pemerintah tak main-main terhadap kegiatan mafia beras ini. Tapi toh sama mereka tidak ditanggapi. Sekarang kalau kita dapati, kita akan pidanakan. Kenapa permintaan pemerintah nggak dilakukan tapi malah mengoplos dengan merek dagang sendiri" tambahnya.

Untuk itu, Rachmat berencana akan mengevaluasi sistem pendistribusian secara menyeluruh. "Nanti setelah operasi pasar ini, kita harus evaluasi secara total itu penyalurannya," tandasnya.
(dyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Usut Dugaan Korupsi...
Usut Dugaan Korupsi Gerobak Kemendag, Polri Analisa Transaksi Keuangan
Kejagung Geledah Kantor...
Kejagung Geledah Kantor Kemendag Sita Dokumen dan Uang Tunai
Kasus Minyak Goreng,...
Kasus Minyak Goreng, Pengamat: Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Melanggar
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved