IBPA Luncurkan Sistem Informasi Pasar Surat Utang

Selasa, 24 Februari 2015 - 11:17 WIB
IBPA Luncurkan Sistem...
IBPA Luncurkan Sistem Informasi Pasar Surat Utang
A A A
JAKARTA - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) atau Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) meresmikan peluncuran aplikasi sistem informasi referensi harga pasar wajar (HPW) efek bersifat utang berupa Bond Information and Pricing Service terbaru (The New BIPS).

Direktur Utama IBPA Ignatius Girendroheru mengatakan, layanan aplikasi berbasis web tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelaku pasar dan investor akan data serta informasi pasar utang domestik yang lebih komprehensif.

"Bahwa The New BIPS dilengkapi dengan tambahan data dan informasi yang lengkap disertai dengan fitur-fitur baru yang semakin memudahkan pengguna untuk mengakses informasi referensi HPW," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (24/2/2015).

Bentuk informasi HPW, baik atas efek Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam denominasi data mata uang rupiah dan USD, obligasi dan sukuk korporasi, serta KIK-EBA yang telah dievaluasi IBPA.

"Jumlah seri obligasi yang dievaluasi setiap hari oleh IBPA dan ditampilkan melalui The New BIPS sebanyak 496 seri obligasi, termasuk sukuk dan KIK-EBA, dengan total nilai nominal mencapai Rp1.959,12 triliun," jelas Ignatius.

Data dan informasi utama yang terdapat dalam The New BIPS, meliputi seluruh HPW efek bersifat utang pemerintah dan sukuk denominasi rupiah, obligasi dan sukuk yang termasuk kategori investment grades.

Selain itu, informasi rentang batas atas dan bawah HPW untuk setiap efek yang dievaluasi, Indonesia Bond Indexes (INDOBeX), yield and yield curves, credit speed matrix, debt marker research, bond calculator, ABS calculator, dan my portfolio.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perjalanan Indonesia...
Perjalanan Indonesia Space Agency Dimulai Sejak 1962
PNM Dipercaya Terbitkan...
PNM Dipercaya Terbitkan Orange Bond di Indonesia
Film James Bond No Time...
Film James Bond No Time to Die Diundur hingga Musim Panas 2021?
Pertama di Indonesia,...
Pertama di Indonesia, BNI Terbitkan AT-1 Bond
Purbaya Tegaskan Investor...
Purbaya Tegaskan Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Tak Kebal Hukum
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
41 menit yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
1 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
2 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
3 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
12 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
14 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved