BI Yakin Batam Capai Kemandirian Pangan

Jum'at, 27 Februari 2015 - 23:32 WIB
BI Yakin Batam Capai...
BI Yakin Batam Capai Kemandirian Pangan
A A A
BATAM - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mendorong agar Kota Batam bisa meredam fluktuasi harga dan inflasi dengan kemandirian pangan agar kota industri itu tidak lagi bergantung pada pasokan bahan makanan dari daerah dan negara lain.

Wakil Ketua Pengarah TPID Batam yang juga Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, langkah itu bisa dimulai dengan program pertanian terpadu yang didorong BP Batam dan Pemkot Batam melalui pemanfaatan lahan kosong.
Kemudian, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman pangan. "Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti menanam cabai, berbagai jenis sayuran. Langkah ini bisa meredam harga," katanya di Batam, Jumat (27/2/2015).

Dia melihat jika masyarakat menanam kebutuhan pangan sendiri, maka belanja ke pasar akan dikurangi. Maka akan mendorong turunnya harga. "Mungkin tidak akan cukup untuk semua, paling tidak ada sedikit. Cabai misalnya, ada yang ditanam sedikit. Jadi kalau beli tidak terlalu banyak lagi," ujarnya.

TPID juga meminta agar Pemerintah Kota bekerja sama dengan BP Batam mendorong petani untuk memanfaatkan lahan kosong, terutama di Pulau Rempang dan Pulau Galang. Guna mendorong investasi di sektor pertanian dan peternakan.

"Hal itu langkah awal yang krusial dalam upaya pemenuhan kebutuhan bahan pangan secara mandiri," ucap Gusti.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam Syuzairi mengatakan, TPID mendorong kerja sama langsung antar daerah yang melibatkan beberapa pemantu kepentingan, seperti pengusaha dan lainnya.

Kerja sama itu, guna memastikan kecukupan pasokan kebutuhan, serta memangkas biaya akibat ketidakefisienan proses pengadaan stok, terutama komoditas pangan penting daerah seperti beras, daging, telur, sayuran, dan bumbu.

"Secara khusus TPID mendorong kerja sama yang lebih erat lagi antara TPID kabupaten kota se-Kepri, untuk saling mendukung kelancaran pemenuhan pasokan makanan, serta upaya pencapaian kemandirian pangan," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
22 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Israel, AS dan Hamas...
Israel, AS dan Hamas Capai Kesepakatan Perang Berhenti 5 hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved