Pemerintah Diminta Jaga Gejolak Harga Bahan Pokok

Rabu, 04 Maret 2015 - 21:20 WIB
Pemerintah Diminta Jaga...
Pemerintah Diminta Jaga Gejolak Harga Bahan Pokok
A A A
JAKARTA - Kalangan pengamat meminta pemerintah menjaga gejolak harga bahan pokok pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Wakil Direktur Reforminers Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai pengambil kebijakan kenaikan seharusnya berkoordinasi dengan instansi lain untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan pokok akibat naiknya harga BBM.

Misalnya berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan instansi lain untuk harus bergerak bagaimana harga bahan pokok dapat dikendalikan.

"Sehingga apa yang terjadi di ESDM harus di antisipasi oleh kementerian lain. Saling koordinasi menemukan formula sehingga efek naiknya harga BBM harus dikendalikan," kata dia saat dihubungi Koran Sindo di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Menurutnya, Kementerian ESDM merupakan pengambil kebijakan atas kenaikan harga. Sementara, kementerian lain harus tanggap bahwa efek dari kenaikan harga pasti akan menimbulkan gejolak inflasi.

"Menjaga inflasi tidak bisa dibebankan kepada ESDM. Harus diantispaso oleh Kementerian lain seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Industri, dan Kementerian Pertanian," ujarnya.

Dia mengatakan, naik-turunnya harga BBM masih terus berlangsung, karena merupakan konsekuensi pemerintah tidak lagi memberikan subsidi premium atau melepas ke harga pasar. Kendati pemerintah tidak sepenuhnya dilepas ke mekanisme pasar atau masih dalam kendali pemerintah.

"Kemungkinan naik turun itu pasti karena sudah tidak ada subsidi. Tapi pemerintah tidak sepenuhnya melepas ke mekanisme pasar ada subsidi benchmark atau patokan tertentu," tutup Komaidi.

Begitupun dengan BBM jenis solar, juga mengikuti fluktuasi harga minyak dunia karena oleh pemerintah produk tersebut disubsidi tetap. "Artinya ketika pemerintah menetapkan subsidi Rp1.000 per liter maka disaat harga pasar Rp8.000 per liter maka harga jual Rp7.000 per liter mengikuti harga pasar," tutup dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Naik Mulai Maret 2026, Ini Daftar Terbarunya
3 Jenis BBM Pertamina...
3 Jenis BBM Pertamina Naik, Intip Perbandingan Harga dengan Shell, Vivo dan BP
BBM Nonsubsidi Naik...
BBM Nonsubsidi Naik Drastis per 18 April 2026, Mobil Premium dan Pajero-Fortuner Paling Boncos!
Pemanfaatan BBM Subsidi...
Pemanfaatan BBM Subsidi Selama Ini Dinilai Salahi Prinsip Keadilan
Harga BBM Naik, Isi...
Harga BBM Naik, Isi Tangki Full City Car Honda Brio Butuh Setengah Juta Rupiah
Kenaikan BBM Mendadak,...
Kenaikan BBM Mendadak, SPBU di Gunungkidul Pilih Tutup hingga Mesin Disesuaikan Harga
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
47 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
47 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
TNI Jaga Kejaksaan,...
TNI Jaga Kejaksaan, Ada Perseteruan Penegak Hukum?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved