Wall Street Lanjutkan Pelemahan Jelang Data Pekerjaan

Kamis, 05 Maret 2015 - 08:55 WIB
Wall Street Lanjutkan...
Wall Street Lanjutkan Pelemahan Jelang Data Pekerjaan
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu setempat berakhir melanjutkan pelemahan untuk hari kedua berturut-turut menjelang data pekerjaan yang akan dirilis pekan ini.

Pasar saham telah melonjak pada Februari dan indeks Dow dan S&P mencapai rekor tertinggi pada Senin, ketika Nasdaq melampaui level 5.000 untuk kali pertama dalam 15 tahun.

"Kami tidak akan melihat koreksi hari ini karena pasar saham pada Februari menguat. Kami sarankan untuk melakukan pembelian ketika terjadi pelemahan," kata Kepala Investasi di Matrix Asset Advisors, David Katz seperti dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2015).

Saham sektor kesehatan menjadi satu-satunya saham yang menjadi titik terang di pasar saham setelah sidang Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) dan persetujuan obat kanker.

Adapun sektor kesehatan di indeks S&P 500 (SPXHC) yang telah naik 5,75% sejak akhir tahun berakhir menguat 0,39%. Saham Bristol Myers Squibb (BMY.N) naik 6% menjadi USD65,67 setelah regulator AS menyetujui pengobatan kesehatan Opdivo untuk kanker paru-paru.

Adapun saham HCA Holdings (HCA.N) ditutup naik 5,8% menjadi USD74,93 dan Tenet Healthcare (THC.N) berakhir naik 6,2% menjadi USD49,99.

Sementara itu, banyak investor yang menunda melakukan spekulasi besar menjelang rilis data ekonomi di sisa pekan ini, yakni laporan gaji dari Departemen Tenaga Kerja AS. Sementara laporan pekerjaan dipandang sebagai ukuran bagi Federal Reserve untuk menetapkan waktu menaikan suku bunga.

Laporan Beige Book menyebutkan bahwa ekonomi AS terus berkembang di sebagian wilayah dan sektor sejak awal Januari hingga pertengahan Februari.

ADP National Employment Report menunjukkan perusahaan swasta menambahkan 212.000 pekerjaan pada Februari, di bawah perkiraan 220.000. Data sektor jasa dari Markit dan Institute for Supply Management menunjukkan pertumbuhan moderat.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 106,47 poin atau 0,58% ke 18.096,9; indeks S&P 500 kehilangan 9,25 poin atau 0,44% ke 2.098,53; dan Nasdaq Composite turun 12,76 poin atau 0,26% ke 4.967,14.

Sebanyak 6,34 miliar lembar saham ditransaksikan di bursa AS, di bawah rata-rata dalam lima sesi terakhir perdagangans ebanyak 6,52 lembar saham.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
8 menit yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
1 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
4 jam yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved