Ini Dua Faktor Penyebab Rupiah Melempem

Kamis, 05 Maret 2015 - 18:38 WIB
Ini Dua Faktor Penyebab...
Ini Dua Faktor Penyebab Rupiah Melempem
A A A
JAKARTA - Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, pelemahan rupiah masih disebabkan oleh dua faktor, yakni datang dari domestik dan eksternal.

Dia mengungkapkan, faktor eksternal datang dari negara Amerika Serikat (AS) yang perekonomiannya terus membaik. Ada ekspetasi bahwa suku bunga bank sentral Amerika atau The Fed akan dinaikkan.

"Nantikan ada rapat The Fed lagi pada 17 Maret, dan ekspetasinya mereka akan menaikkan suku buga acuannya," kata dia saat dihubungi Koran Sindo di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Selama ini, The Fed menyampaikan bahwa harus bersabar untuk hal menaikkan suku bunga. "Bersabar. Itu kata-katanya sebelum menaikkan suku bunga. Mungkin kata-katanya akan mereka drop, sehingga nanti kemungkinan pertengahan tahun ini The Fed mulai menaikkan suku bunga," katanya.

Dia memprediksi, ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunganya tahun ini. selain itu, fakta lain jika The Fed positif akan menaikkan suku bunga yakni, data perekonomian AS masih cukup baik.

"Jadi data-data dari Amerika ini masih cukup baik, ada kemungkinan semester dua akan ada perubahan suku bunga The Fed," ungkap Sumual.

Di sisi lain, faktor domestik juga berdampak pada pelemahan rupiah, terutama pada saat pengumuman deflasi baru-baru ini. "Setelah pengumuman deflasi ada ekspetasi di pasar bahwa suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) akan turun," ujarnya.

Menurutnya, hal ini memicu ekspetasi bahwa BI Rate yang turun mengakibatkan rupiah yang semakin melemah. Dia melanjutkan, dari pelemahan rupiah ini, banyak importir yang terkena imbasnya. "importir mengahwatirkan dolar akan terus terpuruk. Jadi mereka sudah beli dolar dari sekarang, untuk mengantisipasi rupiah yang terus menerus melemah," tandasnya.

Penurunan rupiah ini, menurutnya tidak berdampak banyak pada ekspor yang ada di Indonesia. "Kalau rupiah melemah bagus buat ekspor. Tapi pada kenyataanya, ekonomi kita ini masih syarat impor," kata dia.

Pihaknya menaggapi bahwa di Indonesia masih banyak komoditas yang tertekan. "Sehingga Kalau rupiahnya melemah, belum tentu ekspornya bisa bagus, karena Indonesia banyak komoditas, sedangkan komoditas sedang melemah," tambah Sumual.

Sementara, dia memproyeksikan tren pelemahan rupiah masih akan berlanjut pada semester I/2015. "Pasalnya, banyaknya berita negatif mengenai imaging market termasuk rupiah. Belum lagi negara kita masih syarat impor," pungkasnya.

(Baca: Rupiah Ditutup Terapresiasi ke Rp12.973/USD)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved