Wall Street Terkoreksi Dipicu Data Pekerjaan

Sabtu, 07 Maret 2015 - 10:01 WIB
Wall Street Terkoreksi...
Wall Street Terkoreksi Dipicu Data Pekerjaan
A A A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat berakhir terkoreksi setelah rilis kuatnya laporan pekerjaan bulanan.

Hal itu lantaran investor bertaruh bahwa dengan menguatnya data tersebut maka Federal Reserve (the Fed) akan segera menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Beberapa saham yang terkoreksi dalam adalah utilitas dan investasi real estat karena mereka merupakan investasi berimbal hasil tinggi yang akan menjadi kurang menarik setelah kenaikan suku bunga.

Sektor utilitas mencatat penurunan terburuk di indeks S&P 500, dengan penurunan 3,1% dan sektor ekuitas di indeks Dow Jones anjlok 3,2%.

Indeks S&P dan Dow berada di bawah tekanan karena telah mencapai rekor pada awal pekan setelah mencatatkan kinerja kuat pada Februari.

Data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) naik menjadi 295 ribu pada bulan lalu, melampaui estimasi sebanyak 240 ribu. Sementara tingkat pengangguran turun menjadi 5,5% dari posisi Januari sebesar 5,7%.

Direktur Perdagangan dan Derivatif di Charles Schwab Randy Frederick mengatakan, data yang kuat tersebut dipandang sebagai patokan bahwa the Fed akan segera menaikkan suku bunganya.

"Anda harus berpikir bahwa laporan tersebut menambah tinggi kemungkinan suku bunga akan naik pada Juni," kata dia seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (7/3/2015.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 278,94 poin atau 1,54% ke 17.856,78; indeks S&P 500 kehilangan 29,78 poin atau 1,42% ke 2.071,26; dan Nasdaq Composite turun 55,44 poin atau 1,11% ke 4.927,37.

Sekitar 7,2 miliar saham ditransaksikan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata lima sesi perdagangan terakhir sebanyak 6,4 miliar lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
38 menit yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas dan MNC...
MNC Sekuritas dan MNC Asset Bahas Strategi Cerdas Investasi Lewat IG Live Sore Ini
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Tipis Hari Ini, Segram Jadi Rp2,63 Juta
3 jam yang lalu
Cyber Breaker Season...
Cyber Breaker Season 3 Jembatani Kebutuhan SDM Digital Pemerintah dan Sektor Bisnis
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,24% ke Level 6.056
3 jam yang lalu
Infografis
Energi Nuklir Jadi Solusi...
Energi Nuklir Jadi Solusi Data Center yang Rakus Energi!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved