IHSG Diperkirakan pada Kisaran 5.420-5.490
Selasa, 10 Maret 2015 - 08:09 WIB
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 5.420-5.490
A
A
A
JAKARTA - Potensi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berkurang jika diimbangi dengan mulai adanya aksi beli.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish separating lines kembali dekati area middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang lebih tinggi. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik turun.
Menurut dia, jika dilihat dari laju teknikalnya maka ada potensi IHSG kembali melanjutkan pelemahannya, terutama jika tidak ada sentiment positif yang mampu menahan.
"Akan tetapi, kami berharap penurunan ini terjadi seperti pada pola di awal dan pertengahan Februari, di mana setelah melemah tajam dapat diimbangi dengan mulai adanya aksi beli di harga bawah, sehingga mengurangi potensi pelemahan lebih dalam," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.420-5.432 dan resisten 5.458-5.490. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten 5.525-5.535 dan bergerak di bawah area target support 5.450-5.485.
Kemarin, laju IHSG mulai berbalik melemah setelah menyentuh level tertingginya atau all time high. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking.
Aksi profit taking ini juga berbarengan dengan variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia, kecuali China, imbas melemahnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) setelah rilis naiknya defisit neraca perdagangan dan turunnya manufacturing payrolls AS.
Hal itu dibarengi munculnya spekulasi The Fed akan sesegera mungkin menaikan Fed rate lebih cepat dari perkiraan setelah dirilisnya kenaikan government payrolls dan nonfarm payrolls hingga turunnya unemployment rate serta berbalik turunnya laju rupiah.
Dengan kembali maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah. Mayoritas sektor indeks mengalami pelemahan dan hanya indeks perkebunan yang menguat dan lebih didukung saham-saham lapis kedua.
Investor asing kembali melakukan nett sell dari net buy Rp165,52 miliar menjadi net sell Rp283,25 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola bearish separating lines kembali dekati area middle bollinger band (MBB). MACD kembali turun dengan histogram negatif yang lebih tinggi. RSI, Stochastic, dan William’s %R kembali berbalik turun.
Menurut dia, jika dilihat dari laju teknikalnya maka ada potensi IHSG kembali melanjutkan pelemahannya, terutama jika tidak ada sentiment positif yang mampu menahan.
"Akan tetapi, kami berharap penurunan ini terjadi seperti pada pola di awal dan pertengahan Februari, di mana setelah melemah tajam dapat diimbangi dengan mulai adanya aksi beli di harga bawah, sehingga mengurangi potensi pelemahan lebih dalam," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.420-5.432 dan resisten 5.458-5.490. Laju IHSG kemarin gagal mendekati area target resisten 5.525-5.535 dan bergerak di bawah area target support 5.450-5.485.
Kemarin, laju IHSG mulai berbalik melemah setelah menyentuh level tertingginya atau all time high. Pelaku pasar pun memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking.
Aksi profit taking ini juga berbarengan dengan variatif cenderung melemahnya laju bursa saham Asia, kecuali China, imbas melemahnya laju bursa saham Amerika Serikat (AS) setelah rilis naiknya defisit neraca perdagangan dan turunnya manufacturing payrolls AS.
Hal itu dibarengi munculnya spekulasi The Fed akan sesegera mungkin menaikan Fed rate lebih cepat dari perkiraan setelah dirilisnya kenaikan government payrolls dan nonfarm payrolls hingga turunnya unemployment rate serta berbalik turunnya laju rupiah.
Dengan kembali maraknya sentimen negatif membuat laju IHSG lebih banyak menghabiskan waktu di zona merah. Mayoritas sektor indeks mengalami pelemahan dan hanya indeks perkebunan yang menguat dan lebih didukung saham-saham lapis kedua.
Investor asing kembali melakukan nett sell dari net buy Rp165,52 miliar menjadi net sell Rp283,25 miliar.
(rna)
Lihat Juga :