Kerja Sama Newmont-Freeport Bangun Smelter Masih Alot

Rabu, 11 Maret 2015 - 12:34 WIB
Kerja Sama Newmont-Freeport...
Kerja Sama Newmont-Freeport Bangun Smelter Masih Alot
A A A
JAKARTA - Kerja sama antara dua raksasa tambang yaitu PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dan PT Freeport Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) masih alot. Salah satunya, lantaran belum adanya kesepakatan mengenai lahan untuk membangun smelter.

Direktur Utama (Dirut) NNT Martiono menuturkan, sejatinya kedua perusahaan tambang kakap tersebut serius bekerja sama. Namun, lantaran kerja sama tersebut merupakan investasi besar, sehingga kepastian sangat dibutuhkan.

"Karena begini, ini satu investasi besar, yang memerlukan financing besar. Dan financing yang besar perlu kepastian kan itu masalahnya," ucapnya di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Selain itu, masalah infrastruktur juga menjadi hal yang perlu diselesaikan. Saat ini permasalahan infrastruktur masih dibahas keduanya. "Tetapi saya dengar Freeport banyak majunya, mereka sudah menjajaki kerja sama dengan Jepang, dan pembicaraan sudah agak lebih advance," jelas dia.

Martiono mengatakan, saat ini kedua perusahaan tersebut belum membicarakan mengenai sharing financial. Kerja sama tersebut sejauh ini hanya antara Freeport dan NNT, belum ada investor lain yang juga bergabung dengan mereka.

"Sekali lagi, sementara ini kita dengan Freeport. Kerja samanya itu antar kita dengan Freeport. Sementara," tegasnya.

Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengklaim, saat ini kerja sama pembangunan smelter antara kedua raksasa tambang itu sudah hampir mencapai kesepakatan.

"Tadi dibahas, karena itu bagian dari persyaratan untuk perpanjangan ekspor. Mereka sudah hampir closing, hampir ada kesepakatan," tandas Sudirman.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
5 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
6 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
6 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
7 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
7 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved