Rupiah Terpuruk, Transaksi USD Diklaim Masih Aman
Rabu, 11 Maret 2015 - 12:46 WIB
Rupiah Terpuruk, Transaksi USD Diklaim Masih Aman
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang semakin terpuruk dan hampir tembus Rp13.200 per USD, diyakini tidak terlalu berpengaruh terhadap transaksi USD. Saat ini transaksi USD di Indonesia diklaim masih dalam kondisi aman.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, hingga saat ini volume transaksi USD secara harian masih tergolong aman. "Masih aman," ucapnya di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
Menurutnya, kendati banyak korporasi dalam negeri yang utangnya mengalami jatuh tempo, namun hal tersebut tidak menjadi kekhawatiran akan adanya pembelian USD secara borongan.
"Enggaklah. Kan mereka juga mengetahui, dalam kondisi seperti ini banyak perusahaan yang melakukan transaksi utang mereka. Saya pikir perusahaan juga mikir mau beli dolar, misalnya mahal seperti ini. Jadi saya pikir, perusahaan melaksanakan transaksi utangnya dan itu saya pikir enggak," tutur dia.
Mantan Menteri BUMN ini meyakini, pelemahan nilai tukar mata uanhg Garuda tersebut tidak akan bertahan lama. Pelemahan tersebut sifatnya hanya sementara, dan diharapkan kembali membaik. "Saya pikir suatu angka yang manageable. Karena ini kan gejala internasional. Ini temporary saja," tandas Sofyan.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, hingga saat ini volume transaksi USD secara harian masih tergolong aman. "Masih aman," ucapnya di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (11/3/2015).
Menurutnya, kendati banyak korporasi dalam negeri yang utangnya mengalami jatuh tempo, namun hal tersebut tidak menjadi kekhawatiran akan adanya pembelian USD secara borongan.
"Enggaklah. Kan mereka juga mengetahui, dalam kondisi seperti ini banyak perusahaan yang melakukan transaksi utang mereka. Saya pikir perusahaan juga mikir mau beli dolar, misalnya mahal seperti ini. Jadi saya pikir, perusahaan melaksanakan transaksi utangnya dan itu saya pikir enggak," tutur dia.
Mantan Menteri BUMN ini meyakini, pelemahan nilai tukar mata uanhg Garuda tersebut tidak akan bertahan lama. Pelemahan tersebut sifatnya hanya sementara, dan diharapkan kembali membaik. "Saya pikir suatu angka yang manageable. Karena ini kan gejala internasional. Ini temporary saja," tandas Sofyan.
(izz)