Saudi Minimalkan Dampak Harga Minyak

Kamis, 12 Maret 2015 - 10:09 WIB
Saudi Minimalkan Dampak...
Saudi Minimalkan Dampak Harga Minyak
A A A
RIYADH - Arab Saudi berupaya meminimalkan dampak penurunan harga minyak terhadap perekonomiannya.

Raja Salman mengungkapkan hal itu dalam pidatonya tentang berbagai masalah. Raja Salman juga berjanji untuk lebih mendiversifikasi perekonomian. ”Harga yang rendah di pasar minyak memiliki dampak terhadap pendapatan kerajaan. Meski demikian, kami berusaha meminimalkan dampak terhadap pembangunan,” kata Salman, 79, dalam pidato penting pertama sejak memegang tahta pada 23 Januari lalu, dikutip kantor berita AFP .

Selama semester II/2014 harga minyak mentah global turun sekitar setengah dari harga di atas USD100 per barel. Kerajaan Arab Saudi pada Desember lalu mengumumkan anggaran 2015 yang memasukkan peningkatan belanja menjadi USD229,3 miliar dengan proyeksi penurunan pendapatan menjadi USD190,7 miliar.

Jumlah tersebut mengakibatkan defisit anggaran pertama di Arab Saudi sejak 2011. Arab Saudi adalah negara dengan perekonomian terbesar di Arab, dan banyak mengeluarkan belanja untuk kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial serta infrastruktur.

Sejumlah pejabat menjelaskan, devisa kerajaan yang diperkirakan sebesar USD750 miliar membuat negara itu mampu menghadapi penurunan harga minyak dunia. Negara itu merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia dan minyak menjadi 90% pendapatan pemerintah.

Salman menjelaskan pada para pejabat pemerintah bahwa pencarian deposit minyak, gas dan sumber daya alam lainnya di Arab Saudi akan terus dilakukan. ”Harga minyak yang tinggi selama beberapa tahun lalu memiliki dampak positif pada ekonomi kerajaan dalam pembangunan berbagai proyek,” ujarnya.

Meski demikian, penurunan harga minyak menegaskan perlunya alternatif baru untuk perekonomian. Salman menjelaskan, ekonomi masa depan kerajaan akan tergantung pada sejumlah fondasi dengan tumbuhnya sejumlah perusahaan kecil dan menengah. ”Beberapa tahun mendatang akan penuh dengan langkah penting yang bertujuan meningkatkan peran industri dan sektor jasa dalam ekonomi nasional,” tuturnya.

Salman memberikan pidato kenegaraan di depan Putra Mahkota Moqren, Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, para gubernur provinsi, Mufti Besar Sheikh Abdul Aziz al-Sheikh, Dewan Syura, dan para pemuka agama lainnya.

”Saya berkomitmen untuk terus bekerja sesuai fondasi abadi yang membuat negara ini berdiri sejak penyatuan. Kita akan terus bekerja menuju pembangunan yang terintegrasi, seimbang, dan komprehensif di semua wilayah kerajaan,” kata Salman.

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
1 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
2 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
3 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
13 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
13 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved