Rupiah Loyo, JK Tak Akan Contek ECB Longgarkan Moneter

Kamis, 12 Maret 2015 - 12:26 WIB
Rupiah Loyo, JK Tak...
Rupiah Loyo, JK Tak Akan Contek ECB Longgarkan Moneter
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) menuturkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tidak lantas membuat pemerintah mencontek European Central Bank (ECB) untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Dia mengatakan, saat ini kebijakan moneter di Indonesia sudah cukup longgar. Bahkan beberapa waktu lalu, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan tingkat suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 7,5%.

"Sekarang kan kita sudah termasuk yang longgar (kebijakan moneter), bunga sudah diturunin, macam-macam," ucapnya di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Menurutnya, melorotnya nilai tukar mata rupiah tersebut lebih banyak dipengaruhi efek eksternal karena menguatnya mata uang negeri Paman Sam tersebut.

"Ini kan efek dari luar yang paling banyak, dalam negeri juga tentu ada efeknya terhadap ekspor menurun, nilainya atau harga turun. Tapi, juga lebih banyak dari luar karena menguatnya dolar, karena Euro juga melemah," jelas JK.

Wapres menegaskan, pemerintah tidak akan kembali melonggarkan kebijakan moneternya. Sebab, jika terus dilonggarkan maka akan berpengaruh terhadap meroketnya angka inflasi.

"Ya kalau dilonggarin nanti terus inflasi lagi, lebih bahaya lagi. Itukan Eropa, kita tidak usah ikut, beda mereka malah krisis, itu hanya untuk Yunani, Jerman sampai yunani," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved