KRAS Pangkas Biaya Rp2,4 Triliun Tahun Lalu
Kamis, 12 Maret 2015 - 19:01 WIB
KRAS Pangkas Biaya Rp2,4 Triliun Tahun Lalu
A
A
A
JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) sepanjang tahun lalu memangkas pengeluaran biaya sebesar USD195,5 juta atau setara Rp2,44 triliun (Rp12.500/USD).
Direktur Utama KRAS Irvan K Hakim mengatakan, pemangkasan biaya tersebut guna menghadapi kondisi dan tantangan perekonomian dunia yang belum kondusif. Cara pemangkasan ini melalui optimalisasi pola operasi, mengurangi biaya overhead dan sinergi dengan PT Krakatau Posco.
"KRAS tetap melanjutkan program efisiensi yang dilakukan pada tahun lalu dengan berhasil memangkas pengeluaran biasa sebesar USD195,5 juta," kata dia dalam jumpa pers di Kantor Krakatau Steel Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Program efisiensi lain yang terus dilakukan perseroan yaitu melalui pembangunan blast furnace dengan kapasitas sebesar 1,2 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik ini diharapkan beroperasi pada semester II/2015.
Menurutnya, dengan adanya blast furnace yang menghasilkan hot metal untuk proses pembuatan baja, diharapkan dapat menurunkan biaya produksi sebesar USD60 hingga USD80 per ton. Kemudian, pembangunan combined cylce power plant (CCCP) dengan kapasitas 120 megawatt (MW) yang diharapkan dapat meningkatkan biaya hingga 20% untuk biaya pembangkitan listrik.
"Tahun ini kami juga melanjutkan pemangkasan biaya, diharapkan biaya yang dipangkas minimal sama seperti tahun lalu," kata Irvan.
Dalam keterbukaan informasi perseroan, eminten baja pelat merah tersebut mencatat lonjakan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 971% menjadi USD149,81 juta atau setara Rp1,87 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai USD13,99 juta.
Sementara, pendapatan bersih perseroan merosot sebesar 10,10% menjadi USD1,87 miliar atau setara Rp23,37 triliun dibanding tahun sebelumnya USD2,08 miliar.
Direktur Utama KRAS Irvan K Hakim mengatakan, pemangkasan biaya tersebut guna menghadapi kondisi dan tantangan perekonomian dunia yang belum kondusif. Cara pemangkasan ini melalui optimalisasi pola operasi, mengurangi biaya overhead dan sinergi dengan PT Krakatau Posco.
"KRAS tetap melanjutkan program efisiensi yang dilakukan pada tahun lalu dengan berhasil memangkas pengeluaran biasa sebesar USD195,5 juta," kata dia dalam jumpa pers di Kantor Krakatau Steel Jakarta, Kamis (12/3/2015).
Program efisiensi lain yang terus dilakukan perseroan yaitu melalui pembangunan blast furnace dengan kapasitas sebesar 1,2 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik ini diharapkan beroperasi pada semester II/2015.
Menurutnya, dengan adanya blast furnace yang menghasilkan hot metal untuk proses pembuatan baja, diharapkan dapat menurunkan biaya produksi sebesar USD60 hingga USD80 per ton. Kemudian, pembangunan combined cylce power plant (CCCP) dengan kapasitas 120 megawatt (MW) yang diharapkan dapat meningkatkan biaya hingga 20% untuk biaya pembangkitan listrik.
"Tahun ini kami juga melanjutkan pemangkasan biaya, diharapkan biaya yang dipangkas minimal sama seperti tahun lalu," kata Irvan.
Dalam keterbukaan informasi perseroan, eminten baja pelat merah tersebut mencatat lonjakan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 971% menjadi USD149,81 juta atau setara Rp1,87 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai USD13,99 juta.
Sementara, pendapatan bersih perseroan merosot sebesar 10,10% menjadi USD1,87 miliar atau setara Rp23,37 triliun dibanding tahun sebelumnya USD2,08 miliar.
(izz)
Lihat Juga :