Sofyan Bantah Pemerintah Sengaja Biarkan Rupiah Loyo

Jum'at, 13 Maret 2015 - 11:37 WIB
Sofyan Bantah Pemerintah...
Sofyan Bantah Pemerintah Sengaja Biarkan Rupiah Loyo
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil membantah bahwa pelemahan rupiah sengaja dibiarkan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Dia mengatakan, Indonesia tidak punya kepentingan apalagi terkait pelemahan rupiah seperti sekarang ini.

Mantan menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut mengatakan, hal ini sudah menjadi target di APBN 2015 milik pemerintah yang sudah disepakati bersama di DPR beberapa waktu lalu.

"Target kita seperti yang di APBN. Itu target pemerintah. Bahwa pelemahan hari ini bukan karena faktor domestik, dan itu tidak ada di draft pemerintah," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2015).

Bahkan, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) sangat menjaga gejolak di pasar supaya swing-nya tidak terlalu besar. Namun, Sofyan mengingatkan bahwa ini persoalannya seperti yang sudah diketahui, semua negara sama kondisinya karena ekonomi AS yang membaik.

Selain itu, adanya anggapan miring soal pemerintah yang sangat reaktif dan agak mengintervensi karena melihat BI Rate menurun, Sofyan juga membantah.

"Enggak ada intervensi, yang ada adalah koordinasi yang baik antara pemerintah dan tentunya BI dengan OJK melaksanakan tugasnya berdasarkan UU. Serta BI tidak boleh diganggu. Karenanya kita tidak merasa diintervensi. Karena yang kita lakukan koordinasi agar punya kesepahaman," tandasnya.

Dalam rapat beberapa hari lalu, Sofyan berimbuh, BI memberikan input ke pemerintah. Pemerintah punya tugas bagaimana mengamankan sektor rill, menjaga inflasi, menjamin pertumbuhan, serta melakukan segala sesuatunya yang efisien di sektor rill.

"BI itu sepenuhnya menjaga kebijakan moneter, jadi enggak ada intervensi. Kalau kemarin ada rapat itu, itu koordinasi saja. Karena di banyak negara itu biasanya dengan koordinasi yang intensif itu baik," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
14 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
38 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
43 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
59 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved