Empat Paket Kebijakan Ekonomi Diumumkan Sore Ini

Senin, 16 Maret 2015 - 07:02 WIB
Empat Paket Kebijakan...
Empat Paket Kebijakan Ekonomi Diumumkan Sore Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintah sore ini rencananya akan mengumumkan empat paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan memperbaiki posisi current account deficit (CAD).

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan, pemerintah akan mengadakan rapat kabinet terlebih dahulu sebelum mengumumkan paket kebijakan tersebut. Pasalnya, beberapa peraturan harus diteken terlebih dahulu oleh para menteri dan presiden.

"Ini kita besok (hari ini) harus rapat dulu karena ada beberapa keputusan yang harus diteken Menkeu, Presiden, Menteri ESDM. Jadi besok (hari ini) kita akan rapat dulu supaya sorenya sudah oke," tuturnya di Istana Negara, Minggu (15/3/2015) malam.

Senada dengan Sofyan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa peraturan yang diklaim mampu memperbaiki posisi CAD ini akan selesai sore ini.

"Sorenya peraturan sudah selesai, makanya perlu ketemu karena beberapa menteri harus tandatangan, harus paraf," tandas dia.

Adapun empat paket kebijakan yang akan dikeluarkan Jokowi hari ini adalah:

1. Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pengenaan bea masuk antidumping, dan bea masuk pengamanan sementara (safeguard) untuk produk-produk impor yang terindikasi dumping.

2. Insentif pajak bagi perusahaan Indonesia yang produknya minimal 30% untuk pasar ekspor.

3. Pemberian bebas visa kepada empat negara, yaitu China, Korea, Jepang dan Rusia.

4. Meningkatkan komponen bahan bakar nabati (BBN) agar impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) bisa dikurangi.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved