Istana Siap Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Sore Ini

Senin, 16 Maret 2015 - 15:24 WIB
Istana Siap Umumkan...
Istana Siap Umumkan Paket Kebijakan Ekonomi Sore Ini
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan untuk memperbaiki posisi current account deficit (CAD) dan nilai tukar rupiah akan diumumkan sore ini di Istana Negara, Jakarta.

Dia mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan semua aturan yang diperlukan. Menurutnya, kebijakan tersebut nantinya akan ada yang berlaku mulai 1 April 2015 dan ada pula setelah 30 hari dikeluarkannya kebijakan tersebut.

"Nanti diumumkan hari ini. Rapat kabinet jam dua apa yang bisa diteken Presiden hari ini ya hari ini," ucapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2015).‬

Sofyan menyebutkan, kemungkinan ada empat kebijakan yang akan dikeluarkan hari ini dari total delapan poin paket kebijakan yang disiapkan.

"Semua sudah siap, cuma ada yang berlaku 1 April. Tapi kalau yang PP kan baru berlaku 30 hari setelah di tandatangani.‬ Yang utama empat kebijakan. Tapi ada turunannya‬," pungkas dia.

Adapun empat paket kebijakan yang akan dikeluarkan Jokowi hari ini adalah:

1. Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pengenaan bea masuk anti dumping, dan bea masuk pengamanan sementara (safeguard) untuk produk-produk impor yang terindikasi dumping.

2. Insentif pajak bagi perusahaan Indonesia yang produknya minimal 30% untuk pasar ekspor.

3. Pemberian bebas visa kepada empat negara, yaitu China, Korea, Jepang, dan Rusia.

4. Meningkatkan komponen bahan bakar nabati (BBN) agar impor minyak dan bahan bakar minyak (BBM) bisa dikurangi.

(Baca: Paket Kebijakan Ekonomi Bersifat Jangka Panjang)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
4 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
4 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
5 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
5 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
5 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved