Jokowi Diam-diam Panggil Perusahaan Transaksi Pakai USD
Senin, 16 Maret 2015 - 21:46 WIB
Jokowi Diam-diam Panggil Perusahaan Transaksi Pakai USD
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diam-diam telah memanggil belasan perusahaan nakal, baik swasta maupun BUMN yang masih bertransaksi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD).
Di tengah melemahnya rupiah terhadap USD, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan agar perusahaan tersebut menggunakan mata uang nasional dalam proses transaksi.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago. Dia mengatakan, perusahaan tersebut telah diidentifikasi dan dipanggil Jokowi untuk tidak menggunakan mata uang selain rupiah dalam transaksi.
"Itu semua sudah diidentifikasi. Sudah dipanggil (Jokowi), sudah dikasih tahu supaya jangan (transaksi pakai USD," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/3/2015).
Sayang, Andrinof tidak menyebutkan siapa saja perusahaan yang telah dipanggil Jokowi terkait tingkahnya yang tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia hanya menyebutkan, setidaknya belasan perusahaan baik swasta ataupun pelat merah telah memenuhi panggilan Jokowi.
"Belasanlah. Pokoknya yang melakukan pembayaran dengan dolar secara besar. Ada BUMN, ada swasta," tandasnya.
Di tengah melemahnya rupiah terhadap USD, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan agar perusahaan tersebut menggunakan mata uang nasional dalam proses transaksi.
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago. Dia mengatakan, perusahaan tersebut telah diidentifikasi dan dipanggil Jokowi untuk tidak menggunakan mata uang selain rupiah dalam transaksi.
"Itu semua sudah diidentifikasi. Sudah dipanggil (Jokowi), sudah dikasih tahu supaya jangan (transaksi pakai USD," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/3/2015).
Sayang, Andrinof tidak menyebutkan siapa saja perusahaan yang telah dipanggil Jokowi terkait tingkahnya yang tidak mematuhi Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Dia hanya menyebutkan, setidaknya belasan perusahaan baik swasta ataupun pelat merah telah memenuhi panggilan Jokowi.
"Belasanlah. Pokoknya yang melakukan pembayaran dengan dolar secara besar. Ada BUMN, ada swasta," tandasnya.
(dmd)