Kemendag: Ekspor RI ke Eropa Harus Naik Tiga Kali Lipat
Selasa, 17 Maret 2015 - 12:18 WIB
Kemendag: Ekspor RI ke Eropa Harus Naik Tiga Kali Lipat
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Nus Nuzulia Ishak menargetkan keikutsertaan Indonesia dalam World Expo Milano (WEM) 2015 di Italia, mampu mendorong ekspor Indonesia ke Uni Eropa naik tiga kali lipat hingga 2019.
"Target Menteri Perdagangan cukup besar. Kita akan lihat kalau ada kenaikan 20%, yang arahnya meningkatkan surplus necara perdagang dengan Eropa. Intinya sampai 2019 target peningkatan ekspor tiga kali lipat. Kalau saat ini USD16,8 miliar, pada 2019 USD50 miliar," kata dia di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Menurutnya, komoditas yang akan dijadikan andalan untuk mencapai target ekspor tersebut antara lain crude palm oil (CPO), produk alas kaki dan produk karet.
"Komoditi unggulan kita, CPO dan turunannya, turunan ini yang akan banyak isi komoditi ekspor kita. Kemudian foot wear dan natural rubber, ini akan jadi andalan ke depan," imbuhnya.
Selain itu, CPO dalam WEM 2015 juga akan dijadikan sarana untuk memperbaiki stigma buruk terhadap produk CPO asal Indonesia yang terkena kampanye hitam di Uni Eropa.
"Kita mau perbaiki citranya CPO yang kena black campaign. Jadi kita di sana akan bangun building image kita, informasi mengenai CPO yang saya rasa kita sudah sesuai dengan aturan, ramah lingkungan, tidak menggunakan pekerja dengan paksa. Jadi bagaimana kita kearah nation branding dengan kabinet baru," jelas dia.
Nuz juga mengaku akan memanfaatkan ajang WEM 2015 di Milan, Italia ini untuk meningkatkan ekspor dari Indonesia ke kawasan Uni Eropa. Pada tahun lalu ekspor Indonesia ke kawasan tersebut mencapai USD16,8 miliar.
Hal tersebut ditopang dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD4,2 miliar. "Ini kita akan terus dan terus positif pertumbuhan ekspor kita ke sana dalam jumlah besar," tandasnya.
"Target Menteri Perdagangan cukup besar. Kita akan lihat kalau ada kenaikan 20%, yang arahnya meningkatkan surplus necara perdagang dengan Eropa. Intinya sampai 2019 target peningkatan ekspor tiga kali lipat. Kalau saat ini USD16,8 miliar, pada 2019 USD50 miliar," kata dia di kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (17/3/2015).
Menurutnya, komoditas yang akan dijadikan andalan untuk mencapai target ekspor tersebut antara lain crude palm oil (CPO), produk alas kaki dan produk karet.
"Komoditi unggulan kita, CPO dan turunannya, turunan ini yang akan banyak isi komoditi ekspor kita. Kemudian foot wear dan natural rubber, ini akan jadi andalan ke depan," imbuhnya.
Selain itu, CPO dalam WEM 2015 juga akan dijadikan sarana untuk memperbaiki stigma buruk terhadap produk CPO asal Indonesia yang terkena kampanye hitam di Uni Eropa.
"Kita mau perbaiki citranya CPO yang kena black campaign. Jadi kita di sana akan bangun building image kita, informasi mengenai CPO yang saya rasa kita sudah sesuai dengan aturan, ramah lingkungan, tidak menggunakan pekerja dengan paksa. Jadi bagaimana kita kearah nation branding dengan kabinet baru," jelas dia.
Nuz juga mengaku akan memanfaatkan ajang WEM 2015 di Milan, Italia ini untuk meningkatkan ekspor dari Indonesia ke kawasan Uni Eropa. Pada tahun lalu ekspor Indonesia ke kawasan tersebut mencapai USD16,8 miliar.
Hal tersebut ditopang dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD4,2 miliar. "Ini kita akan terus dan terus positif pertumbuhan ekspor kita ke sana dalam jumlah besar," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :