IHSG Berpeluang Melemah Terbatas
Kamis, 19 Maret 2015 - 08:23 WIB
IHSG Berpeluang Melemah Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpeluang mengalami pelemahan, namun dalam rentang terbatas.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola inverted hammer mendekati area lower bollinger band (LBB). MACD berlanjut turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal naik.
"Laju IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan meski kami berharap dapat terbatas seiring masih maraknya aksi jual. Diharapkan aksi jual dapat lebih mereda pasca keputusan The Fed," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.400-5.407 dan resisten 5.427-5.437. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten 5.450-5.478 dan berada di bawah area target support 5.420-5.427.
Pasca BI rate tetap bertahan di level 7,5% tampaknya hanya direspon dingin, di mana pelaku pasar tidak banyak melakukan aktivitas transaksi.
Pelaku pasar pun lebih banyak terimbas aksi wait and see terhadap jelang pertemuan dua hari The Fed seperti halnya laju bursa saham Eropa dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya yang berakhir di zona merah.
Di lain sisi, penguatan mayoritas bursa saham Asia yang dibarengi dengan kembali menguatnya laju rupiah belum mampu mengimbangi aksi profit taking pada IHSG. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp682,98 miliar menjadi net sell Rp405,52 miliar.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan membentuk pola inverted hammer mendekati area lower bollinger band (LBB). MACD berlanjut turun dengan histogram negatif yang lebih panjang. RSI, Stochastic, dan William’s %R gagal naik.
"Laju IHSG masih berpotensi mengalami pelemahan meski kami berharap dapat terbatas seiring masih maraknya aksi jual. Diharapkan aksi jual dapat lebih mereda pasca keputusan The Fed," ujarnya di Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 5.400-5.407 dan resisten 5.427-5.437. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten 5.450-5.478 dan berada di bawah area target support 5.420-5.427.
Pasca BI rate tetap bertahan di level 7,5% tampaknya hanya direspon dingin, di mana pelaku pasar tidak banyak melakukan aktivitas transaksi.
Pelaku pasar pun lebih banyak terimbas aksi wait and see terhadap jelang pertemuan dua hari The Fed seperti halnya laju bursa saham Eropa dan Amerika Serikat (AS) sebelumnya yang berakhir di zona merah.
Di lain sisi, penguatan mayoritas bursa saham Asia yang dibarengi dengan kembali menguatnya laju rupiah belum mampu mengimbangi aksi profit taking pada IHSG. Investor asing kembali melakukan nett sell dari net sell Rp682,98 miliar menjadi net sell Rp405,52 miliar.
(rna)
Lihat Juga :