Pemerintah Salurkan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Rp16,5 T

Jum'at, 20 Maret 2015 - 06:15 WIB
Pemerintah Salurkan...
Pemerintah Salurkan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Rp16,5 T
A A A
JAKARTA - Pemerintah selama 5 tahun terakhir telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp16,5 triliun.

Plt Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Maurin Sitorus mengatakan, dana tersebut berhasil direalisasikan untuk membantu masyarakat agar dapat memiliki rumah yang layak huni sebanyak 361.113 unit di seluruh Indonesia.

"Selama lima tahun mulai 2010 hingga 2014, pemerintah telah berhasil menyalurkan dana FLPP sebesar Rp16,5 triliun untuk 361.113 unit rumah," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/3/2015).

Menurut Maurin, kebijakan penyaluran dana FLPP sebelumnya dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan Rakyat mulai Oktober 2010 dengan dasar hukum Permenpera Nomor 14 dan 15 tahun 2010.

Namun, saat ini dengan ada penggabungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maka peraturan tersebut diubah menjadi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/ PRT/M/2014 dan 21/PRT/M/2014.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Maurin, dana FLPP tersebut digunakan untuk membantu pembiayaan masyarakat untuk memiliki rumah tapak sebesar 360.889 unit rumah dan Rumah Susun 224 unit. Ke depan, untuk mendorong masyarakat untuk tinggal di Rusun, pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan KPR FLPP.

Maurin menjelaskan, masyarakat memiliki beberapa keuntungan lebih apabila memanfaatkan KPR FLPP yang disalurkan oleh pemerintah bersama sejumlah bank penyalur. Pertama adalah suku bunga yang tetap yakni 7,25% selama masa tenor kredit. Selain itu, angsuran yang dibayarkan oleh masyarakat juga sangat terjangkau dan tetap tanpa terpengaruh kenaikan suku bunga kredit.

"Masyarakat bisa memanfaatkan KPR FLPP selama masa tenor 20 tahun dan suku bunga hanya 7,25% dan angsuran yang rendah sehingga sangat terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perumahan Butuh Sarana...
Perumahan Butuh Sarana Prasarana
Belajar Usaha Membangun...
Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula (Bagian-4)
Pengembang Properti...
Pengembang Properti Tak Gentar Diterpa Corona, Pembangunan Berlanjut
DMS Propertindo Siapkan...
DMS Propertindo Siapkan Strategi Hadapi Pandemi
Serius Menyelami Dunia...
Serius Menyelami Dunia Bisnis, Sektor Properti Jadi Pilihan
Tegaskan Komitmen, Perusahaan...
Tegaskan Komitmen, Perusahaan Properti Ini Serahkan Perumahan di Bogor Tepat Waktu
Berita Terkini
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
6 jam yang lalu
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
6 jam yang lalu
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
7 jam yang lalu
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
7 jam yang lalu
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
8 jam yang lalu
rToken Bitget Catat...
rToken Bitget Catat AUM USD114 Juta, rSPCX Pimpin Minat Investor
8 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved