LRT Akan Dibangun di Atas Jalan Tol Jasa Marga
Jum'at, 20 Maret 2015 - 07:21 WIB
LRT Akan Dibangun di Atas Jalan Tol Jasa Marga
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana mengganti proyek transportasi monorel dengan proyek Light Rail Transit (LRT). Kereta api ringan tersebut rencananya akan dibuat di atas jalan tol milik PT Jasa Marga Tbk (Persero).
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, saat ini pihaknya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat uji kelayakan (feasibility study/FS) proyek transportasi tersebut. Proyek ini merupakan sinergi perusahaan pelat merah konstruksi.
"Jadi sinergi BUMN. Apakah sebagian akan ada di atas tolnya Jasa Marga. Karena tadi ada Jasa Marga, Wijaya Karya, Adhi Karya, ada INKA, yang akan merakitkan. Kita harapkan bisa membuat keretanya," ujar Rini di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Dia mengungkapkan, pihaknya berencana membuat kereta api ringan tersebut di atas atau di sebelah jalan tol agar tidak terganjal pembebasan lahan.
"Sebab itu yang kami pikirkan sekarang apakah ini akan di tempat-tempat yang memungkinkan, di mana bisa di sebelah jalan tol, ya kita lakukan di sebelah jalan tol atau di atasnya (jalan tol)," tandasnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) PT Adhi Karya (Persero) mengatakan, LRT tersebut merupakan kereta api dengan ukuran yang lebih kecil dan lebih fleksibel. Total investasi proyek tersebut adalah sekitar Rp3,75 triliun untuk rel sepanjang 15 kilometer (km).
"More or less kurang lebih plus minus harganya Rp250 miliar per km. Jadi kalau 15 km ya kalikan saja," imbuhnya.
Menurutnya, rencana tersebut muncul lantaran melihat kesuksesan China membuat LRT dengan teknologi bombardier yang mereka milliki. Diharapkan, sinergi antar BUMN ini dapat sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.
"Harapan saya kerja sama dengan BUMN lain sesuai dengan arahan Pak Presiden. Kan ada Jasa Marga buat di atas tol," pungkasnya.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, saat ini pihaknya diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat uji kelayakan (feasibility study/FS) proyek transportasi tersebut. Proyek ini merupakan sinergi perusahaan pelat merah konstruksi.
"Jadi sinergi BUMN. Apakah sebagian akan ada di atas tolnya Jasa Marga. Karena tadi ada Jasa Marga, Wijaya Karya, Adhi Karya, ada INKA, yang akan merakitkan. Kita harapkan bisa membuat keretanya," ujar Rini di Istana Negara, Jakarta, Kamis (19/3/2015).
Dia mengungkapkan, pihaknya berencana membuat kereta api ringan tersebut di atas atau di sebelah jalan tol agar tidak terganjal pembebasan lahan.
"Sebab itu yang kami pikirkan sekarang apakah ini akan di tempat-tempat yang memungkinkan, di mana bisa di sebelah jalan tol, ya kita lakukan di sebelah jalan tol atau di atasnya (jalan tol)," tandasnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) PT Adhi Karya (Persero) mengatakan, LRT tersebut merupakan kereta api dengan ukuran yang lebih kecil dan lebih fleksibel. Total investasi proyek tersebut adalah sekitar Rp3,75 triliun untuk rel sepanjang 15 kilometer (km).
"More or less kurang lebih plus minus harganya Rp250 miliar per km. Jadi kalau 15 km ya kalikan saja," imbuhnya.
Menurutnya, rencana tersebut muncul lantaran melihat kesuksesan China membuat LRT dengan teknologi bombardier yang mereka milliki. Diharapkan, sinergi antar BUMN ini dapat sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.
"Harapan saya kerja sama dengan BUMN lain sesuai dengan arahan Pak Presiden. Kan ada Jasa Marga buat di atas tol," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :