Penyebab Komisaris BUMN Diduduki Politisi

Jum'at, 20 Maret 2015 - 11:47 WIB
Penyebab Komisaris BUMN...
Penyebab Komisaris BUMN Diduduki Politisi
A A A
JAKARTA - Direktur Center for Banking Crisis (CBC) Deni Daruri mengungkapkan, masuknya para politisi dan mantan relawan Jokowi-JK menjadi komisaris di sejumlah perbankan BUMN, karena kerangka perbankan pelat merah kurang jelas.

"Itu (politisi jadi komisaris BUMN perbankan) karena kerangka dasar dan arah perbankan BUMN enggak jelas, akhirnya dimasukkanlah orang-orang yang enggak jelas," tuturnya kepada Sindonews di Jakarta, Jumat (20/3/2015).

Dia menjelaskan, jika kerangka serta program perbankan pelat merah tersebut matang dan jelas, maka orang-orang yang dipilih adalah yang mampu menjalankan program tersebut ke depannya. "Jadi, enggak asal comot kayak gini," ujar Deni.

Menurutnya, langkah pemerintah untuk memasukkan para politisi tersebut ke dalam jajaran direksi dan komisaris perbankan BUMN bisa menghambat kinerja perbankan pelat merah tersebut. Sebab itu, masyarakat harus jeli dan memantau kinerja para direksi dan komisaris yang baru tersebut.

"Kalau menghambat (kinerja) ya ganti lah. Makanya seharusnya membuat kerangka acuan awal bagaimana perbankan BUMN menghadapi tantangan global. Baru tentukan orang-orangnya, sehingga tidak menghambat. Karena awalnya cuma ganti orang, ya bisa menghambat bisa tidak," pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah jajaran direksi yang hijrah dan bertukar posisi, di antaranya Achmad Baiquni yang saat ini menjabat Direktur Utama BNI. Dia sebelumnya menduduki posisi sebagai Direktur Keuangan BRI.

Selain itu, mantan Direktur Mandiri Sunarso menjadi Wakil Direktur BRI dan Sulaiman Arif Arianto yang sebelumnya Direktur Bisnis UKM BRI menjadi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri.

Bahkan, mantan Direktur Utama BNI Gatot Suwondo dipercaya menjadi Komisaris BRI. Begitu juga, dengan bekas Direktur Utama Zulkifli Zaini yang diangkat menjadi Komisaris BNI.

Kemudian, mantan menteri yang baru saja diangkat menjadi komisaris di sejumlah BUMN, di antaranya Komisaris Utama BRI Mustafa Abubakar yang sempat menjabat menteri BUMN serta Komisaris Utama BNI Rizal Ramli yang pernah menduduki jabatan Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan.

Sementara, kader dari Partai PDI-P Cahaya Dwi Rembulan diplot menjadi komisaris Bank Mandiri, begitu juga kader PDI-P lainnya, Pataniari Siahan menjadi komisaris BNI.

(Baca: Pengamat Keluhkan Petinggi Bank BUMN Saling Tukar Posisi)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Awas, Rontoknya Laba...
Awas, Rontoknya Laba Bank BUMN Bakal Berlanjut
Dibelit Utang Rp55,76...
Dibelit Utang Rp55,76 Triliun, WIKA Minta Penundaan ke Perbankan
Pak Jokowi! Bank BUMN...
Pak Jokowi! Bank BUMN Bisa Sakit Jika Dipaksa Jor-joran Kasih Utangan Saat Krisis
Tiga Bank Syariah Digabung,...
Tiga Bank Syariah Digabung, Erick Thohir: Sejarah Baru Perbankan RI
4 BUMN Ini Jalankan...
4 BUMN Ini Jalankan Bisnis di Timor Leste
Bank Mandiri Diharapkan...
Bank Mandiri Diharapkan Jadi yang Terbaik di Asia
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
5 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
6 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
6 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
6 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
7 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
7 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved