Ini Tanggapan Jokowi Soal Politisi Jadi Komisaris BUMN
Sabtu, 21 Maret 2015 - 16:37 WIB
Ini Tanggapan Jokowi Soal Politisi Jadi Komisaris BUMN
A
A
A
JAKARTA - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini kembali menjadi sorotan publik, karena masuknya para politisi dan mantan relawan Jokowi-JK menduduki posisi komisaris di perusahaan pelat merah.
Tuduhan adanya politik balas jasa pun kini disangkakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantas apa komentar mantan Gubernur DKI Jakarta ini menanggapi tuduhan miring tersebut?
Seperti dikutip dalam laman Setkab, Sabtu (21/3/2015), Jokowi yang ditemui usai merayakan Hari Raya Nyepi di Yogyakarta menegaskan bahwa masuknya politisi dan mantan relawan di beberapa BUMN tersebut telah melalui proses seleksi yang semestinya.
"Yang jelas itu semuanya kan memakai proses seleksi. Coba saja dilihat, kalau memang dianggap tidak capable, tidak punya kemampuan, enggak ngerti manajemen, ya coba saja dilihat," katanya.
Menurutnya, sejumlah politisi dan mantan relawan yang menduduki posisi strategis di lingkungan BUMN bukan hanya sekadar pajangan. Dirinya meminta mereka menunjukkan kinerja terbaiknya, agar perusahaan pelat merah semakin maju.
"Tidak (politisi jadi pajangan). Yang jelas semuanya harus bekerja, semuanya lewat seleksi, diseleksi," tegas dia.
Pengusaha mebel ini mengklaim bahwa dirinya tidak mengetahui siapa saja politisi dan mantan relawan yang kini bertengger di kursi empuk komisaris BUMN. Namun diharapkan, BUMN ke depannya dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional, khususnya infrastruktur. "Jadi jangan dianggap kita main-main, enggak ada itu," tutur Jokowi.
Dia pun menanggapi santai tudingan yang mengatakan bahwa adanya poltiik balas jasa kepada mantan relawan yang kini masuk ke dalam lingkungan perusahaan milik negara tersebut. "Saya kira suara-suara seperti itu biasa. Yang jelas lewat proses seleksi," pungkas dia.
Adapun sejumlah nama politisi dan mantan relawan yang masuk ke dalam jajaran BUMN, di antaranya Bank Mandiri (Darmin Nasution dan Cahaya Dwi Rembulan Sinaga), Bank BNI (Rizal Ramli, Pataniari Siahaan, Revrison Baswir, dan Anny Ratnawati), Bank BRI (Mustafa Abubakar dan Sonny Keraf), Jasa Marga (Refly Harun), PT Telkom Indonesia (Hendri Saparini), dan PT Telkomsel (Diaz Hendroprijono).
Tuduhan adanya politik balas jasa pun kini disangkakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lantas apa komentar mantan Gubernur DKI Jakarta ini menanggapi tuduhan miring tersebut?
Seperti dikutip dalam laman Setkab, Sabtu (21/3/2015), Jokowi yang ditemui usai merayakan Hari Raya Nyepi di Yogyakarta menegaskan bahwa masuknya politisi dan mantan relawan di beberapa BUMN tersebut telah melalui proses seleksi yang semestinya.
"Yang jelas itu semuanya kan memakai proses seleksi. Coba saja dilihat, kalau memang dianggap tidak capable, tidak punya kemampuan, enggak ngerti manajemen, ya coba saja dilihat," katanya.
Menurutnya, sejumlah politisi dan mantan relawan yang menduduki posisi strategis di lingkungan BUMN bukan hanya sekadar pajangan. Dirinya meminta mereka menunjukkan kinerja terbaiknya, agar perusahaan pelat merah semakin maju.
"Tidak (politisi jadi pajangan). Yang jelas semuanya harus bekerja, semuanya lewat seleksi, diseleksi," tegas dia.
Pengusaha mebel ini mengklaim bahwa dirinya tidak mengetahui siapa saja politisi dan mantan relawan yang kini bertengger di kursi empuk komisaris BUMN. Namun diharapkan, BUMN ke depannya dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional, khususnya infrastruktur. "Jadi jangan dianggap kita main-main, enggak ada itu," tutur Jokowi.
Dia pun menanggapi santai tudingan yang mengatakan bahwa adanya poltiik balas jasa kepada mantan relawan yang kini masuk ke dalam lingkungan perusahaan milik negara tersebut. "Saya kira suara-suara seperti itu biasa. Yang jelas lewat proses seleksi," pungkas dia.
Adapun sejumlah nama politisi dan mantan relawan yang masuk ke dalam jajaran BUMN, di antaranya Bank Mandiri (Darmin Nasution dan Cahaya Dwi Rembulan Sinaga), Bank BNI (Rizal Ramli, Pataniari Siahaan, Revrison Baswir, dan Anny Ratnawati), Bank BRI (Mustafa Abubakar dan Sonny Keraf), Jasa Marga (Refly Harun), PT Telkom Indonesia (Hendri Saparini), dan PT Telkomsel (Diaz Hendroprijono).
(izz)
Lihat Juga :