Pengusaha Konstruksi Kampanye Penggunaan Rupiah

Minggu, 22 Maret 2015 - 10:55 WIB
Pengusaha Konstruksi...
Pengusaha Konstruksi Kampanye Penggunaan Rupiah
A A A
JAKARTA - Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) mengimbau dan gencar mengampanyekan penggunaan rupiah dalam setiap transaksi anggotanya, sehingga diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan publik di Tanah Air kepada mata uang lokal.

“Ada sebuah ironi, kenapa kita tidak percaya pada mata uang sendiri. Mata uang kita harus minimal berdaulat di wilayahnya sendiri,” kata Sekretaris Jenderal Gapensi Andi Rukman Karumpa dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (22/3/2015).

Andi menuturkan, kedaulatan rupiah sudah memiliki landasan hukum, yakni Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang penggunaan rupiah dalam setiap transaksinya.

Menurut Pasal 21 ayat (1) UU 07/2011, rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang atau transaksi keuangan lainnya di wilayah negara kesatuan republik Indonesia.

Karena itu, dia menegaskan bahwa Gapensi optimistis rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat, mengingat beberapa indikator ekonomi nasional menunjukkan kinerja positif.

“Misalnya dari sisi fiskal membaik, inflasi turun, surplus perdagangan di awal tahun serta mulai terjadi capital inflow,” ujarnya.

Seperti diketahui, rupiah akhir-akhir ini melemah di atas Rp13.000/USD. Pelemahan ini menguntungkan dan memperkuat daya saing ekspor nasional.

pada Jumat (20/3/2015), posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.075/USD, melemah 67 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp13.008/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Berpeluang Perkasa Saat Dolar AS Mengalami Tekanan
Berita Terkini
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
30 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
38 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
2 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Selama Ramadan, Penggunaan...
Selama Ramadan, Penggunaan Bahu Jalan Tol Dalam Kota Dimajukan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved