Freeport Ajukan Surat Pembebasan LC Ekspor Konsentrat

Selasa, 24 Maret 2015 - 13:49 WIB
Freeport Ajukan Surat...
Freeport Ajukan Surat Pembebasan LC Ekspor Konsentrat
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan PT Freeport Indonesia saat ini tengah mengajukan surat pembebasan atau pengecualian penggunaan Letter of Credit (LC). Pengecualian ini digunakan dalam kegiatan ekspor konsentrat mineral.

Hal tersebut disampaikan Plt Kasubdit Penerimaan DJBC, Ferry Ardiyanto. Dia mengatakan, surat pengecualian penggunaaan LC oleh Freeport tersebut sudah diserahkan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Freeport itu sebenarnya ingin menggunakan mekanisme telegraphic transfer. Hal tersebut dilakukannya dengan pertimbangan telah mengantongi performance invoice dan final invoice yang baik selama ini," ujar Ferry di Kantor DJBC Jakarta, Selasa (24/3/2015)

Dia menyebutkan, Freeport sebetulnya telah menunjukkan kepatuhannya. Hal ini terwujud dari setiap bulan melakukan penyetoran DHE (Devisa Hasil Ekspor) ke Bank Indonesia dan terdapat rekonsiliasi dengan Bea dan Cukai juga.

LC untuk Freeport ini adalah sebuah cara pembayaran internasional yang memungkinkan eksportir menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri, setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan keluar negeri kepada pemesan.

"Nah, mereka (Freeport) sebelumnya juga pernah mendapatkan pengecualian. Hal itu kemudian diajukan kembali dan berharap terbebas dari aturan ketentuan penggunaan LC yang akan diberlakukan pemerintah mulai April 2015 mendatang," katanya.

"Sementara ini baru Freeport yang mengajukan permohonan itu kepada menteri perdagangan. Jadi, mungkin hasilnya bisa diketahui minggu ini, atau minggu depan," imbuhnya.

Berdasarkan data dari DJBC, pada 2015 kuota ekspor konsentrat tembaga yang diperoleh Freeport Indonesia sebesar 584 ribu matrik ton hingga 26 Juli 2015. Potensi penerimaan bea keluar dari ekspor tersebut sebesar Rp981 miliar. Namun, ekspor mineral salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia itu turun dari tahun sebelumnya yang realisasinya mencapai 940,989 matrik ton.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
37 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
2 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
2 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
3 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
4 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
4 jam yang lalu
Infografis
Khasiat Surat Abasa,...
Khasiat Surat Abasa, Salah Satunya Mendapat Kebaikan di Perjalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved