Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Tahun Ini
Rabu, 25 Maret 2015 - 09:31 WIB
Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga Tahun Ini
A
A
A
NEW YORK - Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/Fed) diperkirakan mulai menaikkan suku bunga tahun ini meskipun tahapannya belum dapat dipastikan. Orang paling berpengaruh nomor dua di Fed, Stanley Fischer, mengungkapkan hal itu kemarin. Menurut dia, para pembuat kebijakan akan memutuskan langkah-langkah selanjutnya dalam setiap rapat mendatang.
Fischer tampaknya ingin memberi pernyataan yang kurang dapat ditebak mengenai kebijakan moneter di masa d dan berbagai risiko geopolitik dapat membuat Fed menaikkan atau menurunkan suku bunga. ”Apapun kondisi ekonomi, tingkat suku bunga federal akan ditetapkan pada setiap rapat FOMC,” ungkap Fischer dalam pernyataan di The Economic Club of New York.
FOMC merupakan komisi pembuat kebijakan di Fed. Fed pekan lalu mengambil langkah menyiapkan pasar untuk kenaikan pajak pertama sejak 2006. Meski demikian, Chair Fed Janet Yellen memberi sinyal bahwa bank sentral tidak bersiap untuk membuat langkah baru hingga akhir tahun ini. ”Sudah diperkirakan bahwa suku bunga akan naik sebelum akhir tahun ini,” tutur Fischer, mitra Yellen, dalam pernyataannya. Fischer menyebutkan kemajuan ekonomi yang bagus dan pasar tenaga kerja yang membaik.
Kendati demikian, dia menyatakan, penguatan dolar mungkin mengurangi beberapa keuntungan dari akomodasi moneter. ”Pengetatan akan terjadi saat ada pemulihan lebih lanjut di pasar tenaga kerja dan kami sangat yakin inflasi akan kembali pada target kami 2% dalam jangka menengah,” ujarnya.
Dia menambahkan, sejumlah peningkatan suku bunga secara bertahap di masa depan dipastikan tidak terjadi karena ekonomi akan mengalami guncangan. Dia menekankan, Fed akan mempertimbangkan langkah kebijakan suku bunga ”naik dan turun” di masa depan. Fischer memperingatkan, sejumlah perangkat kebijakan Fed juga mengandung sejumlah risiko. ”Misalnya, program skala besar dapat memiliki dampak yang tak terantisipasi terhadap struktur pasar uang,” ujarnya.
Dia menambahkan, sejumlah program mungkin dapat meng g a n g g u aliran uang. Sebelumnya dilaporkan, pertumbuhan ekonomi AS yang melemah pada akhir tahun lalu lebih jelas terlihat dibandingkan proyeksi sebelumnya. ”Ekonomi AS tumbuh 2,2% pada Oktober hingga Desember pada level tahunan, dibandingkan proyeksi sebelumnya 2,6%,” ungkap laporan Departemen Perdagangan AS, dikutip BBC . Revisi ini akibat terus melemahnya pertumbuhan dalam investasi persediaan bisnis dibandingkan proyeksi sebelumnya. Ekonomi tumbuh pada level tahunan 5% pada kuartal sebelumnya.
Penurunan pertumbuhan dari kuartal III/2014 itu disebabkan peningkatan impor dan penurunan belanja pemerintah. Proyeksi kedua pertumbuhan AS itu berdasarkan sumber data ekonomi yang lebih lengkap. Para ekonom sangat optimistis dengan kondisi ekonomi AS secara umum, meskipun terjadi penurunan pada kuartal IV/2014. Belanja konsumen yang mencakup sekitar 70% pertumbuhan ekonomi, masih kuat. Hal ini dikarenakan penurunan harga minyak, sehingga konsumen memiliki kelebihan dana untuk dibelanjakan barang lainnya.
syarifudin
Fischer tampaknya ingin memberi pernyataan yang kurang dapat ditebak mengenai kebijakan moneter di masa d dan berbagai risiko geopolitik dapat membuat Fed menaikkan atau menurunkan suku bunga. ”Apapun kondisi ekonomi, tingkat suku bunga federal akan ditetapkan pada setiap rapat FOMC,” ungkap Fischer dalam pernyataan di The Economic Club of New York.
FOMC merupakan komisi pembuat kebijakan di Fed. Fed pekan lalu mengambil langkah menyiapkan pasar untuk kenaikan pajak pertama sejak 2006. Meski demikian, Chair Fed Janet Yellen memberi sinyal bahwa bank sentral tidak bersiap untuk membuat langkah baru hingga akhir tahun ini. ”Sudah diperkirakan bahwa suku bunga akan naik sebelum akhir tahun ini,” tutur Fischer, mitra Yellen, dalam pernyataannya. Fischer menyebutkan kemajuan ekonomi yang bagus dan pasar tenaga kerja yang membaik.
Kendati demikian, dia menyatakan, penguatan dolar mungkin mengurangi beberapa keuntungan dari akomodasi moneter. ”Pengetatan akan terjadi saat ada pemulihan lebih lanjut di pasar tenaga kerja dan kami sangat yakin inflasi akan kembali pada target kami 2% dalam jangka menengah,” ujarnya.
Dia menambahkan, sejumlah peningkatan suku bunga secara bertahap di masa depan dipastikan tidak terjadi karena ekonomi akan mengalami guncangan. Dia menekankan, Fed akan mempertimbangkan langkah kebijakan suku bunga ”naik dan turun” di masa depan. Fischer memperingatkan, sejumlah perangkat kebijakan Fed juga mengandung sejumlah risiko. ”Misalnya, program skala besar dapat memiliki dampak yang tak terantisipasi terhadap struktur pasar uang,” ujarnya.
Dia menambahkan, sejumlah program mungkin dapat meng g a n g g u aliran uang. Sebelumnya dilaporkan, pertumbuhan ekonomi AS yang melemah pada akhir tahun lalu lebih jelas terlihat dibandingkan proyeksi sebelumnya. ”Ekonomi AS tumbuh 2,2% pada Oktober hingga Desember pada level tahunan, dibandingkan proyeksi sebelumnya 2,6%,” ungkap laporan Departemen Perdagangan AS, dikutip BBC . Revisi ini akibat terus melemahnya pertumbuhan dalam investasi persediaan bisnis dibandingkan proyeksi sebelumnya. Ekonomi tumbuh pada level tahunan 5% pada kuartal sebelumnya.
Penurunan pertumbuhan dari kuartal III/2014 itu disebabkan peningkatan impor dan penurunan belanja pemerintah. Proyeksi kedua pertumbuhan AS itu berdasarkan sumber data ekonomi yang lebih lengkap. Para ekonom sangat optimistis dengan kondisi ekonomi AS secara umum, meskipun terjadi penurunan pada kuartal IV/2014. Belanja konsumen yang mencakup sekitar 70% pertumbuhan ekonomi, masih kuat. Hal ini dikarenakan penurunan harga minyak, sehingga konsumen memiliki kelebihan dana untuk dibelanjakan barang lainnya.
syarifudin
(bhr)