Revisi Larangan PNS Kegiatan di Hotel Beri Angin Segar

Jum'at, 27 Maret 2015 - 04:32 WIB
Revisi Larangan PNS...
Revisi Larangan PNS Kegiatan di Hotel Beri Angin Segar
A A A
MAKASSAR - Pernyataan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang menyebutkan larangan pegawai negeri sipil (PNS) melaksanakan kegiatan di hotel segera direvisi membawa angin segar bagi industri pariwisata dan perhotelan.

Di tengah larangan, sejumlah hotel di Sulawesi Selatan (Sulsel) berusaha bertahan meningkatkan okupansi dengan melakukan berbagai even menarik, tidak saja menunggu kegiatan rapat tapi juga menggaet sejumlah asosiasi atau lembaga.

Salah satunya dilakukan Manajemen Hotel Grand Clarion Makassar, yang menjadi tempat perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada 26-28 Maret 2015.

General Manager Grand Clarion Hotel Makassar, Anggiat Sinaga mengungkapkan, kegiatan Peradi selama tiga hari ini memberikan berkah luar biasa bagi okupansi hotel. Sebelum perhelatan maupun saat perhelatan transaksi yang dilakukan panitia Peradi sudah mencapai Rp2,5 miliar hanya untuk membooking kamar.

Jumlah itu, lanjut dia, belum termasuk reservasi di beberapa fasilitas meeting dan fasilitas lainnya yang dijadikan lokasi pertemuan beberapa peserta munas. Makanya, beberapa tamu yang tidak tertampung memanfaatkan sejumlah hotel terdekat dari area Munas.

"Jika dikalkulasikan transaksi selama munas Peradi mencapai Rp5 miliar, dari sebelum pelaksanaan dan saat pelaksanaan,” ungkapnya.

Meski mendapatkan berkah besar dalam kurun waktu singkat, Ketua PHRI Sulsel ini mengaku, pihaknya akan terus bekerja keras dalam meningkatkan okupansi sampai adanya kepastian payung hukum aturan berkegiatan bagi PNS di hotel.

“Peradi hanya membuat pengusaha senyum tiga hari. Tapi sisa satu bulan menjadi beban yang berat sekali. Makanya, sangat diharapkan agar semakin banyak even di Makassar, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi," harapnya.

Sementara itu, Manager Quality Plaza Hotel Makassar, Yusuf Sandi mengatakan, saat ini hotel terus berbenah untuk meningkatkan okupansi, dengan menggelar kegiatan yang sifatnya tidak hanya bergantung ke pemerintahan.

“Inovasi kegiatan terus dihadirkan supaya tamu bisa menginap, tidak saja mengandalkan kegiatan pertemuan pemerintah. Tapi juga melakukan kegiatan lainnya,” terang Yusuf.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PHRI Sulsel Bakal Gelar...
PHRI Sulsel Bakal Gelar Seminar Bisnis, Hadirkan James Gwee
PPKM Berakhir, PHRI...
PPKM Berakhir, PHRI Berharap Penderitaan Mereka juga Usai
10.000 Karyawan Hotel...
10.000 Karyawan Hotel Bakal Dapat Bantuan Modal melalui Jawara
Pengusaha Hotel di Jurang...
Pengusaha Hotel di Jurang Kebangkrutan Minta Restrukturisasi Utang
Perhotelan Terimbas...
Perhotelan Terimbas Efisiensi Anggaran, PHRI: Pemerintah Harus Ambil Langkah Strategis
Staycation Hanya Jadi...
Staycation Hanya Jadi Penyelamat Sesaat buat Perhotelan
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
2 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
4 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
14 jam yang lalu
Infografis
PWNU DIY Usul Aturan...
PWNU DIY Usul Aturan Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved