BKPM Apresiasi Komitmen China Investasi di Indonesia

Jum'at, 27 Maret 2015 - 22:38 WIB
BKPM Apresiasi Komitmen...
BKPM Apresiasi Komitmen China Investasi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani menyatakan, pihaknya mengapresiasi komitmen Presiden China Xi Jinping untuk mendorong investasi ke Indonesia. Menurutnya, komitmen tersebut dapat mendukung upaya mendorong kenaikan realisasi investasi China ke Indonesia, yang saat ini relatif rendah dibandingkan rencana yang masuk.

Hal ini disampaikan Franky menanggapi hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping di Beijing. Dalam pertemuan tersebut China menyatakan komitmen mendukung pembangunan kawasan industri, pembangunan listrik 35 ribu megawatt (mw), pembangunan pelabuhan, monorel dan industri maritim.

"Komitmen yang disampaikan Presiden Xi Jinping sejalan dengan fokus pemerintah yang saat ini berfokus meningkatkan realisasi berbagai komitmen investasi dari China. Melalui komitmen yang disampaikan langsung terhadap Presiden Jokowi, kami berharap berbagai komitmen selama ini yang telah disampaikan sebelumnya," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/3/2015).

Dia menyebutkan, data BKPM menunjukkan bahwa rasio investasi China ke Indonesia periode 2005-2014 hanya sebesar 7%, lebih rendah dibanding Jepang sebesar 65% atau Singapura sebesar 40%.

"Tren rencana dan realisasi investasi semakin meningkat. Kami optimis hal tersebut dapat dilakukan melihat tren realisasi investasi China yang semakin meningkat," imbuh Franky.

Data BKPM menunjukkan, realisasi investasi China pada tahun lalu mencapai USD800 juta, meningkat dibandingkan 2013 sebesar USD297 uta. Sementara rencana investasi dari China yang sudah masuk ke BKPM per Oktober 2104 hingga 19 Maret 2015 sebesar USD13,66 miliar.

Dia menegaskan, banyaknya proyek infrastruktur yang ditawarkan ke pihak luar negeri tidak berarti menjual bangsa.

"Dana investasi asing merupakan pelengkap sumber dana pembangunan, karena tidak mungkin ditanggung pemerintah. Dana pemerintah tidak cukup membiayai keseluruhan proyek infrastruktur yang dibangun. Selain itu dalam pembangunan proyek infrastruktur, BUMN berada di depan. Infrastruktur yang dibangun juga dimiliki Indonesia, tidak dibawa pulang ke luar negeri," pungkas Franky.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Kejar Target Investasi,...
Kejar Target Investasi, Kepala BKPM Pakai Strategi Ala Juventus
Pemerataan Investasi,...
Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%
Genjot Investasi, BKPM...
Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
BKPM: Jawa Barat Paling...
BKPM: Jawa Barat Paling Diminati Investor Lima Tahun Terakhir
Berita Terkini
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa Selama Periode Libur Sekolah 2026
36 menit yang lalu
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
1 jam yang lalu
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
3 jam yang lalu
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
3 jam yang lalu
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
4 jam yang lalu
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved