Rugi Rp775 M, Ini yang Akan Dilakukan Antam
Selasa, 31 Maret 2015 - 15:01 WIB
Rugi Rp775 M, Ini yang Akan Dilakukan Antam
A
A
A
JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tahun ini akan melakukan efisiensi lantaran pada 2014 perseroan mengalami rugi bersih hingga Rp775,28 miliar.
Direktur Utama Antam Teddy Badrujaman mengungkapkan, program efisiensi didapatkan dari PT Pertamina (Persero) yang akan memberikan peningkatan potongan harga (diskon) dalam pengadaan bahan bakar. Digunakan untuk memproduksi emas perseroan.
"Program efisiensi turunkan biaya, ada kenaikan diskon dari Pertamina yang dari 12% jadi 13%, akan dapat 2% lagi," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Menurutnya, bahan bakar menjadi hal krusial karena berpengaruh terhadap cost perseroan. Sehingga harus ada efisiensi untuk menekan biaya operasional. "Sangat berpengaruh terhadap cash cost yang capai Rp4,3 miliar, paling besar bahan bakar," jelas dia.
Dia mengatakan, pada tahun ini perseroan akan meningkatkan jumlah volume produksi, namun pihaknya enggan menyebutkan angkanya. Begitu juga dengan target pendapatan dan laba bersih perseroan tahun ini.
"Kuncinya volume, tentunya karena harga emas sedang turun. Pada 2014 efisiensi Rp60 miliar. Tahun ini Rp16 miliar. Revenue tunggu dulu, bisa double digit grow nanti dulu," pungkasnya.
Direktur Utama Antam Teddy Badrujaman mengungkapkan, program efisiensi didapatkan dari PT Pertamina (Persero) yang akan memberikan peningkatan potongan harga (diskon) dalam pengadaan bahan bakar. Digunakan untuk memproduksi emas perseroan.
"Program efisiensi turunkan biaya, ada kenaikan diskon dari Pertamina yang dari 12% jadi 13%, akan dapat 2% lagi," ujarnya di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (31/3/2015).
Menurutnya, bahan bakar menjadi hal krusial karena berpengaruh terhadap cost perseroan. Sehingga harus ada efisiensi untuk menekan biaya operasional. "Sangat berpengaruh terhadap cash cost yang capai Rp4,3 miliar, paling besar bahan bakar," jelas dia.
Dia mengatakan, pada tahun ini perseroan akan meningkatkan jumlah volume produksi, namun pihaknya enggan menyebutkan angkanya. Begitu juga dengan target pendapatan dan laba bersih perseroan tahun ini.
"Kuncinya volume, tentunya karena harga emas sedang turun. Pada 2014 efisiensi Rp60 miliar. Tahun ini Rp16 miliar. Revenue tunggu dulu, bisa double digit grow nanti dulu," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :