Mentan Janji Jadikan Jeneponto Sentra Produksi Jagung

Minggu, 05 April 2015 - 19:27 WIB
Mentan Janji Jadikan...
Mentan Janji Jadikan Jeneponto Sentra Produksi Jagung
A A A
JENEPONTO - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaeman Amran berjanji akan mengupayakan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk bisa menjadi sentra produksi jagung lebih besar lagi, dan bisa bersaing dengan daerah lain.

Hal itu dia utarakan saat melakukan panen raya jagung dan penanaman perdana program GP-PTT 2015 di Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (4/4/2015).

"Selama ini yang banyak dicari selalu yang impor, termasuk jagung. Kedepannya, kalau bisa yang dicari nantinya yaitu jagung Jeneponto. Karena kita segera memasuki era pasar bebas, jagung Jeneponto harus bisa bersaing," tuturnya seperti dalam rilis di Jakarta, Minggu (5/4/2015).

Amran berjanji, akan memberikan perhatian khusus untuk kemajuan pertanian di Sulsel yang merupakan salah satu tulang punggung hasil pertanian Indonesia selain Jawa Timur.

“Saya mengapresiasi segala upaya Anggota DPR RI Komisi IV asal Sulawesi Selatan Titha Yasin Limpo dan Hamka Kady serta yang lainnya, yang telah berjuang memfasilitasi Jeneponto untuk bantuan pertanian di daerah ini,” imbuh dia.

Sebagai gambaran, untuk produksi jagung di Kabupaten Jeneponto setelah menggunakan benih unggul NK 212, maka mampu menghasilkan rata-rata enam ton per hektare (ha) dari tiga ton per ha.

“Kita memberikan bantuan benih jagung 450 ton. Insya Allah kalau kurang kita akan tambah. Kita akan menjadikan Jeneponto sebagai sentra produksi jagung secara nasional bukan hanya Sulawesi Selatan,” tegas Amran.

Hanya saja, lanjut dia, peningkatan produksi jagung itu belum diikuti dengan kenaikan harga di tingkat petani. Hal itulah yang dikeluhkan para petani jagung selama ini.

Sebab itu, dia meminta Bulog untuk menjaga harga jagung tetap stabil seperti halnya pada hasil pertanian kedelai.

"Karena sekarang ada Komisaris Bulog yang hadir, saya sampaikan langsung agar Bulog bisa turut andil untuk menjaga agar harga jagung tetap stabil seperti yang diharapkan petani. Karena dengan begini, para petani jadi lebih bergairah menanam dan produksi akan terus meningkat," pungkas Amran.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Kalau Bukan Penyuluh...
Kalau Bukan Penyuluh Siapa Lagi yang Bisa Menghubungkan Mentan dan Petani
Berita Terkini
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
42 menit yang lalu
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
59 menit yang lalu
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
1 jam yang lalu
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
1 jam yang lalu
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
2 jam yang lalu
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved