Laju IHSG Diperkirakan Masih Tertekan
Kamis, 09 April 2015 - 08:09 WIB
Laju IHSG Diperkirakan Masih Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan tertekan.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal kembali pulled back pada resistance dan upper bollinger bands serta menutup gap sebelumnya. Indikator stochastic bergerak melemah dan bearish momentum RSI yang semakin curam dan indiktor MACD mulai bergerak bearish menuju area negatif.
"IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran support dan resistance 5.450-5.515," kata dia, Kamis (9/4/2015).
Sementara IHSG kemarin ditutup melemah 36,71 poin atau 0,66% ke level 5.486,58. Semua sektor mengalami pelemahan, kecuali sektor pertanian yang menguat 0,54%. Adapun investor asing masih terus mencatatkan nett buy sebesar Rp258,12 miliar.
Pelemahan IHSG kemarin di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. Bursa Asia menguat cukup tinggi dipimpin indeks Hang Seng.
Adapun sentimen selanjutnya yang menjadi fokus investor, di antaranya data industrial productions dan neraca perdagangan di Jerman serta tingkat inflasi Yunani.
Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, IHSG secara teknikal kembali pulled back pada resistance dan upper bollinger bands serta menutup gap sebelumnya. Indikator stochastic bergerak melemah dan bearish momentum RSI yang semakin curam dan indiktor MACD mulai bergerak bearish menuju area negatif.
"IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran support dan resistance 5.450-5.515," kata dia, Kamis (9/4/2015).
Sementara IHSG kemarin ditutup melemah 36,71 poin atau 0,66% ke level 5.486,58. Semua sektor mengalami pelemahan, kecuali sektor pertanian yang menguat 0,54%. Adapun investor asing masih terus mencatatkan nett buy sebesar Rp258,12 miliar.
Pelemahan IHSG kemarin di tengah menguatnya mayoritas bursa Asia. Bursa Asia menguat cukup tinggi dipimpin indeks Hang Seng.
Adapun sentimen selanjutnya yang menjadi fokus investor, di antaranya data industrial productions dan neraca perdagangan di Jerman serta tingkat inflasi Yunani.
(rna)
Lihat Juga :