INSA: Penggunaan Rupiah di Pelabuhan Sulit Dilakukan

Jum'at, 10 April 2015 - 07:29 WIB
INSA: Penggunaan Rupiah...
INSA: Penggunaan Rupiah di Pelabuhan Sulit Dilakukan
A A A
BATAM - Perusahaan jasa pelabuhan menilai penggunaan rupiah dalam biaya bongkar muat peti kemas ekspor impor sulit dilakukan. Ini karena layanan tersebut masuk bagian aktivitas perdagangan internasional.

Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Zulkifli Ali mengatakan, tarif jasa kepelabuhanan rute internasional termasuk biaya bongkar muat dan biaya lain untuk perusahaan pelayaran asing rute internasional tetap menggunakan mata uang dolar AS (USD).

"Mereka tidak punya rupiah, masa kapal asing harus jual USD dulu baru beli rupiah. Kalau saya kurang setuju," ujarnya, Kamis (9/4/2015).

Ali menuturkan, selama ini kapal asing selalu menggunakkan USD dalam membayar tarif-tarif jasa kepelabuhanan. Kapal asing juga membayar utang dalam USD, namun kemudian agen kapal setempat menyetornya dalam bentuk rupiah.

Menurutnya, jika tarif pelabuhan untuk kapal asing rute internasional diubah dalam rupiah akan merugikan perusahaan pelayaran nasional yang berafiliasi dengan mereka untuk membayar tagihannya. Model transaksi dalam rantai logistik di Batam mulai dari pelabuhan hingga perusahaan manufaktur selama ini masih menggunakkan USD dan dolar Singapura.

Kondisi penggunaan rupiah dinilai tidak cukup nyaman bagi pelaku usaha di FTZ Batam karena penyesuaian tarif dari rantai pertama logistik kapal asing justru menggunakkan USD. "Aturan sekarang sudah bagus. Saya bukannya menolak, kewajiban pakai rupiah sudah betul tapi harus ada petunjuknya," terang Ali.

Selama ini, lanjut dia, biaya bongkar muat dan jasa kepelabuhanan untuk perusahaan pelayaran nasional di Batuampar sudah menggunakkan mata uang rupiah. Namun, penerapan rupiah di komponen jasa kepelabuhanan rute internasional tidak bisa diatur pemerintah jika tidak dipantau.

Dia memandang, kewajiban ini patut dipersoalkan lantaran jika dipaksakan akan memberatkan kalangan pengusaha pelayaran di kawasan ini. Pengusaha pelayaran akan menghadapi lonjakan biaya karena nilai atau harga jasa yang dikenakan operator pelabuhan akan berubah mengikuti kurs USD.

Apalagi, kata Ali, tarif pelabuhan di Batam selama ini justru lebih murah jika dibandingkan Jakarta. Ada beberapa komponen biaya, seperti Container Handling Charges [CHC], Terminal Handling Charge (THC), hingga biaya kapal atau freight tidak bisa menggunakan rupiah. Biaya CHC, THC, hingga freight ini tidak pakai rupiah karena satu siklus transaksi antara pembeli dan penjual.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masuk Kategori White...
Masuk Kategori White List Tokyo MoU, INSA Apresiasi Kinerja Pemerintah
INSA Makassar Gelar...
INSA Makassar Gelar RAC, Penambahan Call Kapal ke Pelabuhan Jadi Topik Utama
Zulkifli Zahril Terpilih...
Zulkifli Zahril Terpilih Pimpin DPC INSA Makassar
Terjepit, Sektor Pelayaran...
Terjepit, Sektor Pelayaran Butuh Stimulus Cepat dan Tepat
INSA: Maraknya Penangkapan...
INSA: Maraknya Penangkapan Kapal oleh Oknum Ganggu Logistik Laut
DPP INSA Minta Pemerintah...
DPP INSA Minta Pemerintah Tinjau Nasib Kapal Roro
Berita Terkini
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
9 menit yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
2 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
5 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
5 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
15 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
16 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved