Rini Minta BI Bolehkan BUMN Transaksi Pakai USD

Senin, 13 April 2015 - 20:05 WIB
Rini Minta BI Bolehkan...
Rini Minta BI Bolehkan BUMN Transaksi Pakai USD
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akan melobi Bank Indonesia (BI) agar memperbolehkan perusahaan pelat merah dapat bertransaksi menggunakan dolar Amerika Serikat (USD).

"Tentunya kita ingin melihat bersama-sama kemungkinannya (pengecualian untuk BUMN). Kita hubungkan dengan pelayaran dari luar negeri. Ini yang nanti kita lihat lebih detail," ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/4/2015).

Menurut Rini, peraturan penggunaan mata uang rupiah untuk setiap transaksi di dalam negeri masih harus dibicarakan dengan kementerian teknis. Terlebih, PT Pelindo (Persero) secara terang-terangan berkeberatan dengan aturan tersebut. (Baca: Wajib Pakai Rupiah di Pelabuhan Korbankan Pelindo)

"Banyak hal yang memang kita harus bicarakan dengan kementerian teknis. Hal-hal yang memang kementerian teknis sendiri mendasari tarif dalam valas," tegasnya. (Baca: BI Wajibkan Transaksi Pakai Rupiah)

Seperti diberitakan sebelumnya, BI telah mengeluarkan PBI (Peraturan Bank Indonesia) Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Rakyat Indonesia (NKRI) pada akhir Maret 2015. Peraturan ini bertujuan untuk mengurangi tekanan nilai tukar rupiah akibat peningkatan demand valuta asing (valas).

"Karena itu, peningkatan demand valuta asing (valas) harus dilimitasi untuk mengurangi tekanan nilai tukar rupiah dengan menyusun ketentuan pelaksanaan undang-undang mata uang, yakni PBI penggunaan rupiah," ujar Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Eko Yulianto.

Dia menuturkan, dalam kondisi pasar valuta asing di dalam negeri yang sering mengalami kelebihan permintaan dan penggunaan valuta asing untuk transaksi dapat memberikan tambahan tekanan terhadap depresiasi nilai tukar rupiah.

Menurutnya, hal ini berpotensi mengganggu stabilitas nilai rupiah dan menambah kompleksitas kebijakan moneter dan nilai tukar. Di sisi lain, kewajiban penggunaan rupiah juga berdampak pada ketahanan permodalan bank dan dapat menimbulkan risiko kredit bank.

Di mana shock depresiasi nilai tukar dapat meningkatkan currency mismatch akibat pemenuhan kewajiban valuta asing dengan penerimaan rupiah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan biaya yang berimbas pada penurunan keuntungan korporasi.

Menurut Eko, keuntungan yang menurun akan berdampak negatif terhadap kemampuan membayar atas utang korporasi kepada bank. Sehingga, lanjut dia, akan timbul risiko kredit pada perbankan, di mana non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah berpotensi meningkat. "Jadi pada akhirnya akan menurunkan permodalan bank," terangnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Daftar BUMN yang Punya...
Daftar BUMN yang Punya Utang Jumbo Puluhan Sampai Ratusan Triliun Rupiah
27 BUMN Merugi Triliunan...
27 BUMN Merugi Triliunan Rupiah Sepanjang 2021, Maskapai Garuda Paling Jumbo
BUMN Dibebani Utang...
BUMN Dibebani Utang Lama Triliunan Rupiah, Erick Thohir: Sedang Direstrukturisasi
BUMN Karya Masih Rugi...
BUMN Karya Masih Rugi Puluhan Triliun Rupiah, Erick Thohir: Palugada Udah Enggak Zaman
Deretan BUMN yang Tebar...
Deretan BUMN yang Tebar Dividen Jumbo Triliunan Rupiah Tahun 2023
Erick Thohir: Arahan...
Erick Thohir: Arahan Saya ke BUMN Optimalkan Beli Dolar, Bukan Borong
Berita Terkini
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
28 menit yang lalu
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
50 menit yang lalu
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
1 jam yang lalu
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
1 jam yang lalu
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
1 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved