Subsidi Energi Tembus Rp2.600 T dalam 10 Tahun Terakhir
Selasa, 14 April 2015 - 12:56 WIB
Subsidi Energi Tembus Rp2.600 T dalam 10 Tahun Terakhir
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, pemerintah selama ini tidak memperhatikan energi terbarukan. Selama 10 tahun, pemerintah telah mensubsidi energi fosil hingga Rp2.600 triliun.
Sementara, untuk energi terbarukan, subsidinya sangat kecil diberikan pemerintah. Padahal, energi terbarukan harus menjadi energi utama karena yang fosil akan habis.
"Ini yang lebih sedih, kita habis-habisan mensubsidi energi yang akan habis. Lebih dari Rp2.600 triliun buat subsidi fosil selama 10 tahun. Tapi berapa persen atau berapa triliun yang dipakai buat mensubsidi energi baru? Sangat minimal," ujar Sudirman di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Mantan Direktur Utama PT Pindad ini juga mengatakan, sebaikanya jangan menyebut energi terbarukan, karena orang awam akan susah memahami. Dia mengajak semuanya untuk menyebut sebagai energi baru saja. "Energi lama itu fosil, energi baru ya yang sekarang kita bicarakan. Begitu saja menyebutnya," katanya.
Sudirman juga mengatakan, seharusnya energi terbarukan bukan lagi disebut sebagai energi alternatif. Harus dibiasakan bahwa energi baru tersebut akan menjadi energi utama.
"Karena ini nanti akan menggantikan energi fosil yang akan habis pada waktunya. Entah 30-40 tahun lagi akan habis. Jadi jangan lagi sebut dia sebagai energi alternatif atau cadangan," pungkas dia.
Sementara, untuk energi terbarukan, subsidinya sangat kecil diberikan pemerintah. Padahal, energi terbarukan harus menjadi energi utama karena yang fosil akan habis.
"Ini yang lebih sedih, kita habis-habisan mensubsidi energi yang akan habis. Lebih dari Rp2.600 triliun buat subsidi fosil selama 10 tahun. Tapi berapa persen atau berapa triliun yang dipakai buat mensubsidi energi baru? Sangat minimal," ujar Sudirman di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/4/2015).
Mantan Direktur Utama PT Pindad ini juga mengatakan, sebaikanya jangan menyebut energi terbarukan, karena orang awam akan susah memahami. Dia mengajak semuanya untuk menyebut sebagai energi baru saja. "Energi lama itu fosil, energi baru ya yang sekarang kita bicarakan. Begitu saja menyebutnya," katanya.
Sudirman juga mengatakan, seharusnya energi terbarukan bukan lagi disebut sebagai energi alternatif. Harus dibiasakan bahwa energi baru tersebut akan menjadi energi utama.
"Karena ini nanti akan menggantikan energi fosil yang akan habis pada waktunya. Entah 30-40 tahun lagi akan habis. Jadi jangan lagi sebut dia sebagai energi alternatif atau cadangan," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :