Menperin: Thorium Sumber Pembangkit Listrik Alternatif

Rabu, 15 April 2015 - 08:27 WIB
Menperin: Thorium Sumber...
Menperin: Thorium Sumber Pembangkit Listrik Alternatif
A A A
JAKARTA - Upaya pemerintah dalam penyediaan energi alternatif, seperti tenaga matahari dan angin masih terbentur biaya produksi yang tinggi. Untuk itu, diperlukan pengembangan sumber daya energi yang murah dan ramah lingkungan, salah satunya thorium (material radioaktif dengan massa atom 232/Th-232).

“Kita bisa gunakan pembangkit listrik tenaga thorium, keunggulannya bahan baku mudah dan melimpah di Bangka Belitung (Babel), serta jauh lebih murah,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dalam seminar Indonesia & Diversifikasi Energi di Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Di Indonesia, lanjut dia, sumber daya thorium di Babel diperkirakan sebesar 170 ribu ton. Perhitungan 1 ton thorium mampu memproduksi 1.000 MW per tahun, maka jumlah bahan baku tersebut cukup untuk mengoperasikan 170 unit pembangkit listrik selama 1.000 tahun.

Dari sisi total biaya produksi termasuk operasional, pembangkit listrik tenaga thorium (PLTT) lebih murah karena hanya USD3 sen per kWH. Bandingkan dengan batu bara (USD5,6 sen), gas (USD4,8 sen), tenaga angin (USD18,4 sen) dan panas matahari (USD23,5 sen).

Dia menjelaskan, pengembangan thorium terhitung jangka panjang. Pertama, memenuhi energi secara mandiri dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia.

Kedua, membangun kemampuan teknologi industri energi berbasis thorium. Ketiga mengembangkan kemampuan industri pendukung terkait, termasuk industri komponen.

“Penggunaan thorium merupakan bagian diversifikasi energi sebagai salah satu kunci ketahanan dan kestabilan pasokan energi,” jelas Menperin.

Dorong Penurunan Harga Gas

Menperin juga menyinggung rasionalisasi harga energi gas. Pasalnya, harga gas untuk industri di Indonesia masih mahal, bertengger di angka USD10,2 per million metric British thermal unit (MMBTU).

Bandingkan dengan negara industri sekaliber Amerika Serikat yang harga gasnya justru turun dari USD5 per MMBTU (Januari 2014) menjadi USD2,94 per MMBTU (Desember 2014). Begitu juga dengan harga gas alam Asia yang mengacu pada impor LNG Jepang turun dari USD15,5 per MMBTU. “Jika kita ingin punya daya saing maka harga energi harus lebih kompetitif,” imbuhnya.

Menperin yakin, jika harga gas untuk industri diturunkan akan memberi multiefek yang luas karena menggerakkan industri, penciptaan lapangan kerja dan mendongkrak daya beli masyarakat.

Sementara itu, anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran mengatakan, penguatan daya saing industri harus menjadi salah satu prioritas nasional. Karena kepentingannya tidak hanya meliputi para pelaku bisnis namun juga jutaan tenaga kerja.

“Untuk itu, energi termasuk gas seharusnya menjadi bagian dari proses produksi dan tidak hanya sebagai komoditas,” tandas Tumiran, yang juga akademisi dari Fakultas Teknik UGM.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Pabrik Gelis Launching,...
Pabrik Gelis Launching, Wujud Pengembangan Kendaraan Listrik Oleh Pelaku Usaha
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved