Menperin Perjuangkan Pembebasan PPN Industri Kapal

Minggu, 19 April 2015 - 22:06 WIB
Menperin Perjuangkan...
Menperin Perjuangkan Pembebasan PPN Industri Kapal
A A A
SURABAYA - Keluhan pelaku industri galangan kapal mulai mendapatkan solusi. Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan, pihaknya tengah berupaya merealisasikan fasilitas keringanan fiskal berupa pembebasan PPN (pajak pertambahan nilai) bagi industri galangan.

"Ini sedang kami perjuangkan agar secepatnya berlaku karena rekan-rekan industri galangan sangat membutuhkan," ujar Menperin saat melakukan kunjungan di PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya, Jawa Timur.

Menurutnya, pemerintah juga mendorong rangsangan lain, seperti kemudahan perizinan dan investasi. Mengenai produksi komponen, Menperin menyatakan, pihaknya terus mempromosikan peluang investasi industri komponen kapal di dalam negeri. "Selain memperkuat industri perkapalan, juga agar bisa menekan biaya produksi," terangnya.

Selama ini, pelaku bisnis perkapalan mengaku terbebani aturan perpajakan dalam produksi kapal. Direktur Utama PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Yance Gunawan mengungkapkan, sebagai pelaku industri galangan kapal pihaknya dalam kondisi dilematis.

"Pertama, bea masuk untuk perlengkapan dan mesin mencapai 5-15%. Ini membuat kami susah bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Masalah kedua, lanjut dia, perusahaan tidak bisa berharap banyak pada produksi komponen kapal dalam negeri. Lantaran hampir sebagian besar komponen kapal didatangkan dari luar negeri alias impor. "Yang dari kita sendiri, dari dalam negeri, ya hanya pelat dan cat," katanya.

Di tengah himpitan kendala usaha, Dumas terus berkembang dari jasa reparasi hingga membangun kapal. Pesanan berasal dari kalangan swasta hingga BUMN. "Saat ini tengah dibangun galangan kami di Sreseh, Madura seluas 10 hektare," tutur Yance.

Dumas juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan perusahaan asing, Damen Shipyard asal Belanda. Jumlah kapal yang telah dibangun mencapai 132 unit. Sementara untuk reparasi, Dumas sudah dipercaya menangani perbaikan 399 unit kapal berbagai jenis.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Diminta Prioritaskan...
Pemerintah Diminta Prioritaskan Industri Galangan Kapal Nasional
Kejar Pertumbuhan 8%,...
Kejar Pertumbuhan 8%, Kemenperin Akselerasi Industri Maritim
PT DPL Berhasil Docking...
PT DPL Berhasil Docking Kapal yang ke Seribu
Miris! Pemerintah Impor...
Miris! Pemerintah Impor Kapal di Saat Usaha Galangan Lokal Sepi Proyek
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Dukung Pelaku Industri...
Dukung Pelaku Industri Perkapalan, Menko Airlangga Tinjau Langsung Produksi KRI Teluk Palu
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
5 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
7 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
7 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
8 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
8 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
9 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved