Mataharimall.com Dapat Pinjaman USD200 Juta

Senin, 20 April 2015 - 08:46 WIB
Mataharimall.com Dapat...
Mataharimall.com Dapat Pinjaman USD200 Juta
A A A
JAKARTA - Situs online marketplace MatahariMall.com (MatahariMall) mendapat pinjaman pendanaan tahap pertama sebesar USD200 juta.

Dana tersebut dikucurkandari CreditSuissedan Bank of America Merrill Lynch. CEO MatahariMall Hadi Wenas mengatakan, dana tersebut akan dialokasikan untuk melancarkan strategi bisnisnya mengusung konsep O2O pertama di Asia Tenggara. ”Modal ini memungkinkan kami fokus menjalankan bisnis tanpa gangguan untuk mencapai tujuan yang kami percayai untuk mendominasi e-commerce di Indonesia. Ini merupakan peluang terbesar di Asia Tenggara,” paparnya dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta pekan lalu.

Dia menuturkan, hal tersebut dapat menjadikan MatahariMall sebagai perusahaan ecommerce dengan valuasi terbesar di Indonesia. Selain itu, Rothschild juga ditunjuk sebagai financial advisor Grup Lippo, dalam transaksi tersebut. MatahariMall didukung oleh perusahaan ritel multiformat, yaitu Lippo Group yang juga mengelola Matahari Department Store dan Hypermart.

Dalam beberapa bulan terakhir, MatahariMall menempuh banyak kemajuan dan sekarang waktu yang tepat untuk menjajaki kerja sama ini. Sebagai informasi, pada awal tahun, Grup Lippo menanamkan modal sebesar USD500 juta untuk menghasilkan perusahaan e-commerce, dengan target penjualan sebesar USD1 miliar.

Sejak saat itu, MatahariMall telah berhasil memperluas basis produk dan penjualan yang signifikan, mengoperasionalkan fullfilment center e-commerce, merekrut jajaran tech entrepreneur untuk memimpin perusahaan ini, termasuk CEO Hadi Wenas, pengusaha e-commerce paling berpengalaman di negara ini.

Selain itu, juga merekrut Chairman Emirsyah Satar, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO PT Garuda Indonesia; dan Vice Chairman Rudy Ramawy, yang sebelumnya adalah country director Google Indonesia. Managing Director dan Head of Technology, Media & Telecommunications Credit Suisse untuk Asia-Pasifik, Jan Metzger, mengatakan bahwa ecommerce memiliki kekuatan untuk mengubah industri ritel, dan Indonesia mewakili peluang pasar yang besar.

”Grup ini memiliki skala dan keahlian untuk memosisikan diri sebagai pemain di dunia ecommerce . Pasalnya, Lippo konsisten dalam membangun perusahaan di berbagai sektor, seperti properti, ritel, jasa kesehatan, dan televisi berbayar,” ungkapnya.

Head of Southeast Asia Investment Banking, Bank of America Merrill Lynch, Chris Gammons menambahkan, hal tersebut ditopang oleh tiga tren, yaitu pertumbuhan ekonomi yang kuat, tren urbanisasi, dan adopsi teknologi yang cepat.

Arsy ani s
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
10 menit yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
22 menit yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
42 menit yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
56 menit yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
1 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved