Proyek WTON Tertahan Penyerapan Dana Infrastruktur
Kamis, 23 April 2015 - 13:10 WIB
Proyek WTON Tertahan Penyerapan Dana Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton (Persero) Tbk (WTON) menyatakan bahwa dana infrastruktur yang dikeluarkan melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera) baru terserap 2,5% oleh seluruh kontraktor BUMN.
Direktur Utama WTON Wilfred Imanuel A Singkali menjelaskan, hal tersebut membuat perseroan belum berani mendorong pembangunan pada awal tahun ini.
"Kuartal I belum berani kencang, Kementerian PU-Pera yang Rp118 triliun, sampai kuartal I baru terserap 2,5% ke semua kontrsuksi. Pada kuartal I lebih banyak mengambil proyek dari swasta banyak yang kita dapat," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Dia menjelaskan, dari proyek BUMN, perseroan menjalankan proyek dari Mass Rapit Transportation (MRT). Pihaknya akan membuat beton di dalam tunnel dari proyek tersebut.
"Di MRT di kuartal I memang nanti beton tunnel di dalam ada dua paket sudah kita pegang dan satu lagi akan kita pegang juga. Karena yang bisa bikin cuma kita, alat tunnel bor masih di Jepang, akhir bulan baru datang," jelas Wilfred.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary WTON Puji Haryadi mengatakan, memang biasanya pada awal tahun proyek infrastruktur belum melaju kencang. "Kemungkinan semester II baru jalan kencang, memang karateristik infrastruktur baru terlihat di kuartal kedua, ketiga, dan keempat," pungkasnya.
Direktur Utama WTON Wilfred Imanuel A Singkali menjelaskan, hal tersebut membuat perseroan belum berani mendorong pembangunan pada awal tahun ini.
"Kuartal I belum berani kencang, Kementerian PU-Pera yang Rp118 triliun, sampai kuartal I baru terserap 2,5% ke semua kontrsuksi. Pada kuartal I lebih banyak mengambil proyek dari swasta banyak yang kita dapat," ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/4/2015).
Dia menjelaskan, dari proyek BUMN, perseroan menjalankan proyek dari Mass Rapit Transportation (MRT). Pihaknya akan membuat beton di dalam tunnel dari proyek tersebut.
"Di MRT di kuartal I memang nanti beton tunnel di dalam ada dua paket sudah kita pegang dan satu lagi akan kita pegang juga. Karena yang bisa bikin cuma kita, alat tunnel bor masih di Jepang, akhir bulan baru datang," jelas Wilfred.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate Secretary WTON Puji Haryadi mengatakan, memang biasanya pada awal tahun proyek infrastruktur belum melaju kencang. "Kemungkinan semester II baru jalan kencang, memang karateristik infrastruktur baru terlihat di kuartal kedua, ketiga, dan keempat," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :