DPR Setujui Penerbitan Saham Baru Tiga BUMN

Jum'at, 24 April 2015 - 20:45 WIB
DPR Setujui Penerbitan...
DPR Setujui Penerbitan Saham Baru Tiga BUMN
A A A
JAKARTA - Komisi VI DPR RI akhirnya menyetujui pengajuan penerbitan saham baru (right issue) tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan nilai total Rp5,035 triliun. Restu diberikan setelah melalui rapat kerja yang cukup alot selama hampir 11 jam, dengan dua kali masa skorsing pada pukul 12.00 WIB dan ‎pukul 16.00 WIB.

Persetujuan ini dilakukan oleh 10 fraksi DPR RI, dengan dihadiri sembilan fraksi. Adapun tiga BUMN yang akan melakukan right issue adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhikarya (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

Ketua Komisi VI DPR RI, Hafidz Thohir menjelaskan, persetujuan ini diberikan dengan beberapa catatan penting, di antaranya kepemilikan saham negara pada tiga BUMN tersebut tidak boleh terdelusi alias berkurang, dan masing-masing perusahaan harus melakukan proses tersebut dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kemandirian.

"Harus mempertimbangkan timing, pricing, dan sizing. Kami tidak paham kondisi bursa saham, tapi kita harus paham kondisi perekonomian Indonesia saat ini luar biasa," ujarnya di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (24/4/2015) malam.

Parlemen juga menekankan agar perseroan dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan menjaga prudential, serta ritme kegiatan usaha. Selain itu, Menteri BUMN Rini Soemarno juga secara effort diminta menjaga kepemilikan saham asing di tiga BUMN tersebut.

"Meski Bu Menteri bilang tidak punya kewenangan untuk menambahkan dan mengurangi (kepemilikan saham asing). Jadi setuju ya, bismillahirrahmanirrahim dengan demikian raker kita pada hari ini untuk minta persetujuan terhadap rights issue tiga BUMN dapat kami setujui dengan kriteria tadi," tegasnya.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengucapkan terima kasih atas disetujuinya pengajuan right issue tiga emiten pelat merah tersebut. Dia pun berjanji akan memenuhi catatan-catatan yang diberikan Komisi VI.

"Kami ucapkan terima kasih atas waktu yang telah disisihkan untuk dapat menyelesaikan persetujuan. Right issue sangat penting untuk dapat melakukan program pembangunan tahun ini. Kami akan mengikuti catatan yang dalam persetujuan Komisi VI. Terutama tentang pricing dan timing yang tepat," tandasnya.

Sekadar informasi, kepemilikan saham negara di Antam adalah sebesar 65%, dengan besaran PMN sebesar Rp3,5 triliun, dan dana publik yang dapat dihimpun sebesar Rp1,89 triliun untuk penyelesaian proyek feronikel, Fero Halmahera Timur (FHT) dan proyek anode slime di Jawa Timur.

Sementara Adhikarya kepemilikan saham negara sebesar 51%, PMN Rp1,4 triliun, dan estimasi dana publik sebesar Rp1,34 triliun untuk proyek Light Rail Transit (LRT) di Jabodetabek.

Untuk Waskita Karya, kepemilikan saham negara sebesar 66,02%, dana PMN Rp3,5 triliun, dan estimasi dana yang dihimpun sebesar Rp1,8 triliun untuk proyek tol di Pulau Jawa, dan transmisi listrik di Pulau Sumatera.

Dana publik tersebut diharapkan telah masuk ke Adhi Karya dan Waskita Karya pada Juli 2015. Sementara Antam diharapkan pada awal kuartal III/2015.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
13 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
28 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved