Penjualan Retail Jepang Anjlok Terbesar Sejak 1998

Selasa, 28 April 2015 - 16:34 WIB
Penjualan Retail Jepang...
Penjualan Retail Jepang Anjlok Terbesar Sejak 1998
A A A
TOKYO - Penjualan retaill Jepang pada bulan Maret tahun ini anjlok 9,7%, merupakan penurunan terbesar sejak 1998.

Data Kementerian Perdagangan Jepang menunjukkan, penjualan retail merosot 9,7% dari tahun sebelumnya dan tenggelam 1,9% dari bulan sebelumnya. Sementara para ekonom yang disurvei Bloomberg sempat memperkirakan penjualan retail naik 0,6%.

Penjualan retail terimbas lemahnya belanja konsumen, yang datang menjelang keputusan kebijakan Bank of Japan (BoJ) pekan ini dan prospek ekonomi, yang dapat menyebabkan pudarnya momentum inflasi.

Kondisi ini memberi pandangan kepada Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda bahwa energi yang lebih murah akan memberikan dorongan bagi perekonomian dunia ketiga terbesar di dunia tersebut

Kuroda mengatakan, menyusutnya harga minyak dapat mengganggu kenaikan belanja konsumen dalam waktu dekat, yang pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan dan tekanan inflasi.

"Ini menjadi jelas bahwa pemulihan Jepang sangat lamban," kata ekonom Citigroup Inc Kiichi Murashima seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (28/4/2015).

Menurut dia, dengan pasar tenaga kerja yang ketat dan belanja konsumen yang lebih baik, BoJ tidak harus mengubah pandangan terhadap kebijakan moneternya. Justru ketidakpastian yang berkembang tentang kekuatan ekonomi yang memberi kekhawatiran BOJ.

Ekonom Capital Economics Marcel Thieliant dan ekonom Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co Yuji Shimanaka memperkirakan BOJ akan memperpanjang kebijakan pelonggaran moneternya pada pertemuan Kamis mendatang.

Murashima melihat BOJ akan meningkatkan stimulus moneter pada bulan Juli, sementara mayoritas ekonom yang disurvei memperkirakan kebijakan itu baru akan dilakukan pada akhir Oktober.

Kuroda berulang kali mengatakan bahwa bank sentral akan terus memberikan stimulus hingga belanja konsumen stabil sesuai target sekitar 2%. Indeks utama BOJ menunjukkan inflasi melambat ke nol pada Februari, terbebani oleh penurunan harga minyak lebih dari 40% pada tahun lalu.

BOJ pada Januari menurunkan prospek untuk inflasi inti menjadi 1% dari 1,7% untuk tahun fiskal ini hingga Maret 2016, revisi kedua yang dilakukan Kuroda sejak Maret 2013.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
19 menit yang lalu
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
8 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
9 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
10 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
10 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved