Kemenkeu Ramal Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh di Bawah 5%
Selasa, 28 April 2015 - 17:54 WIB
Kemenkeu Ramal Ekonomi RI Kuartal I Tumbuh di Bawah 5%
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2015 di bawah 5%.
Kendati angka resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum dirilis, namun dunia usaha memperkirakan pada periode tersebut memang ada perlambatan.
"Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2015 pemerintah ingin setinggi-tingginya. Tapi angka resmi kita musti tunggu BPS. Tapi kalau melihat yang disajikan teman-teman dunia usaha, masukan yang kita dapat dari berbagai macam tempat ada perlambatan. Kayaknya di sekitar 5% atau sedikit di bawah 5%," tuturnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Dia mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal tersebut dipengaruhi gejolak perekonomian dunia yang terlihat dari harga komoditas yang terus menurun.
"Bagaimanapun kalau harga komoditas turun terus ya duit yang masuk ke Indonesia juga turun trus. Kemudian perusahaan pertambangan merasa kesulitan semua," imbuh dia.
Suahasil menambahkan, perlambatan ekonomi pada tahun ini sejatinya telah diperkirakan sejak akhir 2014. Sebab itu, pemerintah dalam APBNP 2015 memutuskan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah secara signifikan.
"Duitnya dari penurunan subsidi BBM, kemudian fiscal space membesar, nah sekarang dana untuk infrastruktur Rp290 triliun. Lebih besar dibanding dana untuk subsidinya. Sekarang dana untuk infrastruktur sudah disetujui, saatnya kita laksanakan spend. Karena ini yang bisa ngasih perputaran uang di perekonomian," tandasnya.
Kendati angka resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum dirilis, namun dunia usaha memperkirakan pada periode tersebut memang ada perlambatan.
"Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2015 pemerintah ingin setinggi-tingginya. Tapi angka resmi kita musti tunggu BPS. Tapi kalau melihat yang disajikan teman-teman dunia usaha, masukan yang kita dapat dari berbagai macam tempat ada perlambatan. Kayaknya di sekitar 5% atau sedikit di bawah 5%," tuturnya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/4/2015).
Dia mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal tersebut dipengaruhi gejolak perekonomian dunia yang terlihat dari harga komoditas yang terus menurun.
"Bagaimanapun kalau harga komoditas turun terus ya duit yang masuk ke Indonesia juga turun trus. Kemudian perusahaan pertambangan merasa kesulitan semua," imbuh dia.
Suahasil menambahkan, perlambatan ekonomi pada tahun ini sejatinya telah diperkirakan sejak akhir 2014. Sebab itu, pemerintah dalam APBNP 2015 memutuskan untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah secara signifikan.
"Duitnya dari penurunan subsidi BBM, kemudian fiscal space membesar, nah sekarang dana untuk infrastruktur Rp290 triliun. Lebih besar dibanding dana untuk subsidinya. Sekarang dana untuk infrastruktur sudah disetujui, saatnya kita laksanakan spend. Karena ini yang bisa ngasih perputaran uang di perekonomian," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :